Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan RI dr. Achmad Yurianto.(Foto: BNPB)
Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan RI dr. Achmad Yurianto.(Foto: BNPB)

Mengapa Kemenkes jadi Klaster Penularan Covid-19 Terbanyak?

Rona kemenkes covid-19
Raka Lestari • 22 September 2020 10:02
Jakarta: Ironis. Itu menjadi kata pertama yang muncul ketika kita melihat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menjadi daftar klaster penularan terbanyak virus corona di Jakarta dengan 252 kasus positif Covid-19, berdasarkan sumber corona.jakarta.go.id.
 
Bagaimana tidak. Kemenkes yang sejatinya berinisiatif sekaligus pencetus penerapan protokol kesehatan, justru memiliki data terbanyak pasien yang terpapar Covid-19.
 
Tapi usut punya usut, Kemenkes pun angkat bicara terkait kabar tersebut. Melalui Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan RI dr. Achmad Yurianto, mengatakan kalau banyak pegawai Kemenkes yang terpapar di luar gedung Kemenkes yang berpusat di Kuningan tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kantor Kemenkes memang ada di Kuningan, tapi sebagain besar pegawainya diperbantukan di luar kantor. Seperti Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) baik di Bandara Soekarno Hatta maupun di Bandara Halim Perdana Kusuma. Ada juga pegawai Kemenkes yang diperbantukan di RS Darurat Wisma Atlet, di mana mereka menerima ribuan orang setiap hari untuk melakukan kontak tracing," ujar Yurianto akhir pekan lalu.
 
Merekalah yang kemudian terpapar. Meski SOP sudah dijalankan dengan baik, risiko pekerjaan yang mereka emban sungguh luar biasa. Ada juga pegawai Kemenkes yang bekerja di laboratorium yang memang tidak pernah ketemu pasien, namun bertemu dengan virusnya langsung.
 

 
“Ini adalah penyakit menular yang faktor pembawa penyakitnya adalah orang. Gambaran akhir-akhir ini sudah semakin terlihat bahwa kasus-kasus yang terkonfirmasi positif dari pemeriksaan swab itu sebagian besar bahkan ada yang memperkirakan 80% tanpa gejala. Inilah yang jadi problem, karena mereka tidak sakit,” jelasnya.
 
Achmad Yurianto juga menegaskan penularan Covid-19 tidak terjadi di kantor, tapi terjadi di banyak tempat. Petugas Lab yang harus memeriksa lebih dari 1.000 spesimen setiap harinya, risiko itu pasti ada.
 
Mengapa Kemenkes jadi Klaster Penularan Covid-19 Terbanyak?
Ilustrasi Medcom
 
“Ini adalah risiko yang kita tanggung. Ini bukan tertular di kantor Kemenkes, di kantor Kementerian orangnya tinggal sedikit, karena berada di pos-pos terdepan melaksanakan penanganan Covid-19,” kata Yurianto.
 
Kemenkes menerapkan SOP yang sangat ketat, bagi pegawai yang boleh ditugaskan adalah mereka yang tidak memiliki komorbid. Sementara SOP di kantor Kemenkes diharuskan penyemprotan disinfekatan tiga kali dalam seminggu mencakup seluruh ruangan yang ada di kantor Kemenkes.
 
Tak hanya kantor, semua pegawai setelah melakukan tugas bergantian harus di-swab. Termasuk Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. Biasanya setelah melakukan kunjungan kerja ke daerah begitu kembali ke kantor Terawan juga harus di-swab test.
 
"Sampai saat ini, para pegawai Kemenkes yang terinfeksi Covid-19 sebagian besar sudah ada yang sembuh. Sekarang yang masih melakukan isolasi secara mandiri mungkin enggak sampai 10 orang. Selebihnya sudah sembuh dan sudah bekerja lagi,” pungkas Yurianto.
 
(FIR)
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif