Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan RI dr. Achmad Yurianto.(Foto: BNPB)
Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan RI dr. Achmad Yurianto.(Foto: BNPB)

Mengapa Kemenkes jadi Klaster Penularan Covid-19 Terbanyak?

Rona kemenkes covid-19
Raka Lestari • 22 September 2020 10:02

 
“Ini adalah penyakit menular yang faktor pembawa penyakitnya adalah orang. Gambaran akhir-akhir ini sudah semakin terlihat bahwa kasus-kasus yang terkonfirmasi positif dari pemeriksaan swab itu sebagian besar bahkan ada yang memperkirakan 80% tanpa gejala. Inilah yang jadi problem, karena mereka tidak sakit,” jelasnya.
 
Achmad Yurianto juga menegaskan penularan Covid-19 tidak terjadi di kantor, tapi terjadi di banyak tempat. Petugas Lab yang harus memeriksa lebih dari 1.000 spesimen setiap harinya, risiko itu pasti ada.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mengapa Kemenkes jadi Klaster Penularan Covid-19 Terbanyak?
Ilustrasi Medcom
 
“Ini adalah risiko yang kita tanggung. Ini bukan tertular di kantor Kemenkes, di kantor Kementerian orangnya tinggal sedikit, karena berada di pos-pos terdepan melaksanakan penanganan Covid-19,” kata Yurianto.
 
Kemenkes menerapkan SOP yang sangat ketat, bagi pegawai yang boleh ditugaskan adalah mereka yang tidak memiliki komorbid. Sementara SOP di kantor Kemenkes diharuskan penyemprotan disinfekatan tiga kali dalam seminggu mencakup seluruh ruangan yang ada di kantor Kemenkes.
 
Tak hanya kantor, semua pegawai setelah melakukan tugas bergantian harus di-swab. Termasuk Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. Biasanya setelah melakukan kunjungan kerja ke daerah begitu kembali ke kantor Terawan juga harus di-swab test.
 
"Sampai saat ini, para pegawai Kemenkes yang terinfeksi Covid-19 sebagian besar sudah ada yang sembuh. Sekarang yang masih melakukan isolasi secara mandiri mungkin enggak sampai 10 orang. Selebihnya sudah sembuh dan sudah bekerja lagi,” pungkas Yurianto.
 
(FIR)
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif