Frank Sinatra menyatakan, balas dendam terbaik adalah kesuksesan besar. (Foto: Pexels.com)
Frank Sinatra menyatakan, balas dendam terbaik adalah kesuksesan besar. (Foto: Pexels.com)

Psikologi Balas Dendam

Rona psikologi
Sunnaholomi Halakrispen • 07 Juni 2019 09:34
Ada cara sehat untuk menghadapi perasaan dendam yang dapat membantu Anda menyembuhkan dan memberi otak Anda imbalan yang sama tanpa konsekuensi. Frank Sinatra menyatakan, balas dendam terbaik adalah kesuksesan besar.
 

Jakarta: Ketika Anda dikecewakan oleh seseorang rasanya ingin membalasnya. Misalnya kala sahabat Anda sendiri mengkhianati persahabatan entah karena mengambil ide Anda atau saat di bangku pendidikan ia bisa lulus karena mencuri tema yang pernah Anda lontarkan.
 
"Saya ingin mengutuknya," mungkin suara tersebut terbersit di kepala Anda.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Balas dendam merupakan tindakan melukai atau menyakiti seseorang karena cedera atau kesalahan yang diderita di tangan mereka sehingga ada keinginan untuk melakukan retribusi.
 
Balas dendam adalah salah satu perasaan intens yang muncul untuk setiap manusia. Apakah Anda pernah dianiaya dan berharap Anda bisa menghukum pelaku? Keinginan ini terhubung dalam diri kita. 
 
Sementara itu, sekelompok peneliti Swiss ingin tahu apa yang terjadi di otak ketika seseorang menuai balas dendam. Kemudian, dilakukan penelitian mendalam tentang hal tersebut.
 
Mereka memindai otak orang-orang yang baru saja dianiaya selama pertandingan di laboratorium. 
 
Para peneliti kemudian memberikan kesempatan kepada objek penelitiannya untuk menghukum orang lain dan selama satu menit penuh ketika para korban memikirkan balas dendam, aktivitas di otak mereka dicatat.
 
Psikologi Balas Dendam
(Ketika ada orang yang bersalah kepada Anda dan melukai hati Anda sehingga ingin melakukan balas dendam, tekan diri Anda untuk melakukan kegiatan positif. Foto: Pexels.com)
 
Para peneliti itu pun memerhatikan aliran aktivitas saraf pada nukleus kaudat. Ini merupakan bagian otak yang diketahui memproses. Penelitian ini menemukan bahwa balas dendam, pada saat itu, cukup memuaskan.
 
Kita sering percaya bahwa membalas dendam menjadi bentuk pelepasan emosional dan bahwa mendapatkan balasan akan membantu kita merasa lebih baik. Namun, diteliti lebih lanjut, ada efek dari melakukan balas dendam.
 
Meskipun beberapa saat pertama terasa bermanfaat di otak, para ilmuwan psikologi menemukan bahwa alih-alih memadamkan permusuhan, balas dendam memperpanjang ketidaknyamanan dari pelanggaran awal. 
 
Alih-alih memberikan keadilan, balas dendam sering hanya menciptakan siklus pembalasan. Ini efek jangka panjangnya.
 
”Seorang pria yang melakukan balas dendam, menjaga lukanya tetap hijau, yang sebaliknya akan sembuh," ujar Francis Bacon.
 
Dijelaskan bahwa upaya balas dendam membuka kembali dan memperparah luka emosional Anda. Meskipun Anda mungkin tergoda untuk menghukum yang salah, Anda akhirnya menghukum diri sendiri karena rasa sakit Anda tidak bisa sembuh.

Cara sehat

Tetapi apa yang Anda lakukan jika Anda diperlakukan salah? Bagaimana Anda bisa menghadapi perasaan pembalasan yang sangat emosional? Apa yang Anda lakukan jika Anda merasa perlu balas dendam?
 
Ada cara sehat untuk menghadapi perasaan-perasaan ini yang dapat membantu Anda menyembuhkan dan memberi otak Anda imbalan yang sama tanpa konsekuensi. Frank Sinatra menyatakan, balas dendam terbaik adalah kesuksesan besar.
 
Ketika ada orang yang bersalah kepada Anda dan melukai hati Anda sehingga ingin melakukan balas dendam, tekan diri Anda untuk melakukan kegiatan positif. Lalu, jadikan hal itu untuk mendapatkan apa yang Anda inginkan, menuju keberhasilan. Anda pun akan merasa bahagia.
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif