Hubungan Antara Alat Kontrasepsi Hormonal dengan Kanker Payudara
Dr. M. Yadi Permana, Sp. B (K) Onk, Dokter Spesialis Bedah Onkologi berbagi informasi dalam acara Talk Show Breast Cancer Awareness di kantor Metro TV, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu 17 Oktober 2018. (Foto: Dok. Medcom.id/Raka Lestari)
Jakarta: Kanker payudara merupakan salah satu jenis penyakit yang mematikan. Selain itu tingkat kematian dari kanker payudara juga cukup tinggi selain kanker serviks atau leher rahim.

Ada banyak hal yang bisa menjadi pemicu terjadinya kanker payudara, salah satunya adalah gaya hidup. Pemlihan gaya hidup yang sehat sangatlah penting untuk mencegah terjadinya kanker payudara dan salah satunya adalah karena masalah hormon.

Selain produksi hormon alami yang terjadi dalam tubuh, hormon pada wanita juga didapatkan dari paparan alat kontrasepsi.


Dan alat kontrasepsi yang bersifat hormonal biasanya menjadi pemicu terjadinya kanker payudara.


(Dr. M. Yadi Permana, Sp. B (K) Onk, Dokter Spesialis Bedah Onkologi berbagi informasi dalam acara Talk Show Breast Cancer Awareness di kantor Metro TV, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu 17 Oktober 2018. Foto: Dok. Medcom.id/Raka Lestari)

(Baca juga: Survivor Kanker Payudara Berbagi Tips Mencegah Mual Usai Jalani Kemoterapi)

"Alat kontrasepsi yang bersifat hormonal seperti suntik, ataupun pil yang bersifat hormonal bisa meningkatkan terjadinya kanker payudara," ujar dr. M. Yadi Permana, Sp. B (K) Onk, Dokter Spesialis Bedah Onkologi dalam acara Talk Show Breast Cancer Awareness di kantor Metro TV, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu 17 Oktober 2018.

"Untuk itu, sebaiknya melakukan variasi dalam penggunaan alat kontrasepsi. Misalnya, menggunakan alat kontrasepsi yang berbentuk pil atau suntik selama dua tahun, kemudian diganti dengan spiral. Yang terpenting adalah dengan tidak menggunakan alat kontrasepsi yang bersifat hormonal itu selama bertahun-tahun," tambahnya.

Namun jika sudah terlanjur menggunakan jenis alat kontrasepsi yang bersifat hormonal tersebut sebaiknya melakukan pemeriksaan payudara secara klinis seperti mamografi.

"Bagi mereka yang sudah berusia di atas 35 tahun sebaiknya rutin untuk mengecek kondisi payudaranya, bisa dilakukan sendiri ataupun secara klinis. Anda bisa melakukan pemeriksaan payudara sendiri pada saat hari ketujuh setelah menstruasi. Sedangkan secara klinis bisa melakukan mamografi atau USG Payudara."





(TIN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id