Peneliti Ahli Madya dari Pusat Riset Teknologi Radioisotop, Radiofarmaka, dan Biodosimetri (PRTRRB) BRIN, Isti Daruwati, mengembangkan senyawa turunan alfa mangostin yang berasal dari kulit buah manggis. Senyawa ini, bernama AMB10, diteliti sebagai kandidat baru untuk teranostik kanker payudara, yaitu metode yang menggabungkan diagnosis dan terapi.
“Sekitar 75 persen penderita kanker payudara memiliki jenis kanker yang pertumbuhannya dipengaruhi hormon estrogen atau ER+,” jelas Isti di BRIN Kawasan Sains dan Teknologi (KST) Samaun Samadikun, Bandung, dikutip dari laman BRIN, Kamis, 28 Januari 2026. Untuk jenis ini, terapi yang umum digunakan adalah tamoksifen.
Melalui penelitian kolaboratif dengan Universitas Perjuangan Tasikmalaya dan Universitas Padjadjaran, tim menemukan kemiripan struktur kimia antara AMB10 dan tamoksifen. Senyawa AMB10 kemudian diberi label radioaktif iodin-131 (I-131) dari Reaktor Serbaguna G.A. Siwabessy BRIN.
“Hasil pengujian di laboratorium menunjukkan [¹³¹I]I-AMB10 banyak terakumulasi di sel kanker payudara ER+. Senyawa ini berpotensi dikembangkan sebagai radiofarmaka teranostik untuk mendeteksi sekaligus mengobati kanker payudara ERα-positif,” terang Isti.
Penelitian yang didanai Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan bagi pengobatan kanker payudara di Indonesia, mengoptimalkan potensi senyawa alam lokal.
| Baca juga: 95 Persen Dunia Mikroba Masih Misteri! Profesor IPB Bilang, Harta Karun RI Bukan Cuma Rempah |
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News