Direktur Pengelolaan Sampah KLHK Novrizal Tahar di Arborea Cafe, KLHK, Jakarta Pusat--Medcom.id/Sunnaholomi Halakrispen.
Direktur Pengelolaan Sampah KLHK Novrizal Tahar di Arborea Cafe, KLHK, Jakarta Pusat--Medcom.id/Sunnaholomi Halakrispen.

Regulasi Produsen Pengguna Plastik Segera Diterapkan

Rona Tumpukan Sampah Plastik
Sunnaholomi Halakrispen • 23 Agustus 2019 09:04
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah merancang regulasi atau peraturan untuk para produsen produk berkemasan plastik. Dengan adanya regulasi tersebut akan menjadi mandatori bagi seluruh produsen produk berkemasan plastik.
 

Jakarta: Cara tepat mengatasi permasalahan sampah di Indonesia tergantung pada perilaku masyarakat, produsen, juga pemerintah. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah merancang regulasi atau peraturan untuk para produsen produk berkemasan plastik.
 
"Kita prosesnya sudah mendekati akhir. Kan berkaitan dengan peran dan tanggung jawab produsen, jadi kita akan rilis semacam regulasi yang berjudul roadmap pengurangan sampah oleh produsen," ujar Direktur Pengelolaan Sampah KLHK Novrizal Tahar di Arborea Cafe, KLHK, Jakarta Pusat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia memaparkan, dengan adanya regulasi tersebut akan menjadi mandatori bagi seluruh produsen produk berkemasan plastik. Maka bukan lagi hanya voluntary seperti yang terjadi sekarang ini.
 
"Jadi akan menjadi suatu kewajiban dan tanggung jawab yang sama untuk melakukan pengurangan plastik. Bentuknya itu semua produsen itu akan menyampaikan laporan dalam bentuk baseline setiap tahunnya," paparnya.
 
Setiap perusahaan akan diwajibkan membuat baseline yang mencakup bahan-bahan packaging dan sebagainya. Apabila packaging diubah dengan tidak adanya packaging kecil, maka bisa mengurangi setidaknya 13 persen plastik yang digunakan perusahaan tersebut.
 
Kemudian, dalam sepuluh tahun mereka akan membuat planning pengurangan sampah minimal 30 persen. Akan ada penjelasan detil mengenai peran dan tanggung jawab pengurangan sampah plastik.
 
Konsep regulasi tersebut sengaja dibuat agar seluruh produsen produk berkemasan plastik seirama atau tidak ada diskriminasi. Adanya gerakan mematuhi regulasi bisa berpengaruh cukup besar pada pengurangan sampah plastik di Indonesia.
 
"Harus ada sama upayanya, sehingga peran tanggung jawab pengelolaan sampah pada produsen itu sama, tidak ada toko sebelah harganya lebih murah," imbuhnya.
 
Penerapan regulasi ini, kata Novrizal, bagaikan sudah hamil tua atau tinggal menunggu waktu. Sebab, proses perancangannya kini berada di tahap akhir. Bisanya, regulasi segera berlaku tinggal menunggu pengesahan dari menteri terkait.
 
"Prosesnya itu diskusi dengan sektor, dengan stakeholders, dan sebagainya, sudah dijalani. Diskusinya sudah sejak 2012. Kita berharap secepatnya di tahun ini," akunya.
 
Namun, apabila ada perusahaan atau produsen yang tidak turut menerapkan regulasi yang diberlakukan, tidak ada sanksi tegas dari pihak kementerian. Meskipun, bentuknya sebagai suatu kewajiban.
 
"Sebenarnya juga memberikan disinsentif juga bagi mereka, seperti bisa saja itu kita umumkan ke publik dan sebagainya. Itu malah lebih penting buat mereka reputasi di publik. Ketika ada yang tidak taat dan kita surati saja sudah malu harusnya," pungkasnya.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif