Wanita dan pria punya jam biologis terhadap seks yang berbeda. Simak informasinya berikut ini. (Foto: Pexels.com)
Wanita dan pria punya jam biologis terhadap seks yang berbeda. Simak informasinya berikut ini. (Foto: Pexels.com)

Survei: Wanita dan Pria Punya Jam Gairah Berbeda

Rona survei seks dan kesehatan
Anda Nurlaila • 19 Maret 2019 15:39
Waktu berhubungan seks antara pria dan wanita memang unik. Ternyata ini dipengaruhi siklus hormon yang berbeda. Untuk pria, kadar testosteron pria paling tinggi di pagi hari. Sementara wanita sedikit meningkat sepanjang hari tergantung siklus menstruasi atau puncak pada masa ovulasi.
 

 
Jakarta:
Jika merasa hubungan seksual tak memberi kepuasan maksimal sesuai keinginan, hal ini wajar. Sebuah survei menemukan pasangan heteroseksual memiliki jam gairah tertinggi yang berbeda di antara dua jenis kelamin. Pria paling sering terangsang di pagi hari, sementara wanita lebih sering aktif seksual pada malam hari.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mengutip Health, survei dilakukan Lovehoney terhadap 2.300 orang dewasa. Hasilnya, hampir 70 persen wanita mengatakan pasangan memiliki dorongan seksual yang tidak sesuai dengan keinginan mereka.
 
Salah satu faktor yang berpengaruh adalah waktu hasrat seks tertinggi. Laki-laki melaporkan bahwa mereka lebih suka berhubungan seks di pagi hari, pada pukul enam hingga sembilan pagi. Sementara perempuan lebih memilih bercinta antara pukul 11 malam hingga pukul 2 pagi.
 
Secara khusus, pria paling bergairah pada jam 7:54 pagi sedangkan wanita jam 11:21 malam.
 
(Baca juga: Alasan Gairah Seks Bisa Hilang)
 
Survei: Wanita dan Pria Punya Jam Gairah Berbeda
(Waktu berhubungan seks antara pria dan wanita memang unik. Ternyata ini dipengaruhi siklus hormon yang berbeda. Foto: Pexels.com)
 
Waktu berhubungan seks yang berbeda, dapat dipengaruhi siklus hormon yang berbeda. Kadar testosteron pria paling tinggi di pagi hari, sementara wanita sedikit meningkat sepanjang hari tergantung siklus menstruasi. Hormon testosteron pada wanita akan mencapai puncak pada masa ovulasi.
 
Kendati begitu, Obgin di Good Samaritan Hospital di Los Angeles Allison Hill mengatakan perbedaan ini tidak akan merugikan hubungan asmara. Sebab, wanita pandai bersikap fleksibel.
 
Sementara hasrat pria lebih langsung, dorongan seksual wanita dapat dipengaruhi banyak faktor. "Libido wanita sangat rumit, tetapi sebagian besar karena pengaruh psikologis. Dan biasanya, tidak ada hubungannya dengan pasangan wanita," kata Hill.
 
Dorongan seks pada wanita lebih kepada perasaan tentang diri sendiri dan seksualitasnya. "Jika merasa percaya diri dan seksi, Anda akan lebih terbuka untuk berhubungan seks dan kemungkinan memiliki peluang lebih besar untuk mencapai klimaks, terlepas dari waktu melakukan aktivitas seks," kata Hill.
 
Stephanie Buehler, penulis What Every Mental Health Professional Needs to Know about Sex mengatakan keinginan wanita akan seks dapat bersifat psikologis, relasional, atau fisik atau kombinasi ketiganya. "Dan dapat berubah tergantung pada apa yang terjadi dalam hidupnya pada saat itu," katanya.
 
Banyak wanita lebih menginginkan kedekatan dengan pasangan, di sisi lain pasangan ingin lebih banyak seks. Untuk itu, sebaiknya wanita memulainya daripada harus menunggu suasana hati semprna untuk seks.
 
"Wanita sering tidak ingin seks hingga mulai foreplay dengan pasangan. Jika demikian, nikmati saja, kapanpun itu bahkan di pagi hari," ucap Buehler.
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif