Medical Department PT Kalbe Farma dr. Hastarita Lawrenti--Medcom.idRaka Lestari.
Medical Department PT Kalbe Farma dr. Hastarita Lawrenti--Medcom.idRaka Lestari.

Jenis-jenis Terapi Kanker

Rona kanker
Raka Lestari • 09 Oktober 2019 12:13
Jakarta: Kanker adalah pertumbuhan sel yang tidak terkendali dan dapat menyebar ke organ lain. Itulah mengapa kanker merupakan penyakit yang sangat berbahaya. 
 
Jika sel kanker sudah menyebar ke organ lain, maka akan mengganggu pertumbuhan sel normal dalam tubuh. Ada berbagai metode yang bisa dilakukan untuk penderita kanker. Diantaranya adalah pembedahan, radiasi, kemoterapi, terapi hormon, terapi target, imunoterapi, transplantasi, dan  precision medicine.
 
dr. Hastarita Lawrenti, Medical Department PT Kalbe Farma menjelaskan pada metode pembedahan, biasanya dilakukan ketika kanker masih ada di stadium awal yaitu dengan cara pengangkatan. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Selama masih bisa diangkat, maka akan diangkat,” ujar dr. Rita, pada acara Kalbe Academia for Media Patient Journey in Oncology Total Solution, di kawasan Bogor, Jawa Barat, Selasa, 8 Oktober 2019.
 
Selain pembedahan, metode lainnya yang bisa digunakan untuk mengobati pasien kanker adalah dengan melakukan terapi radiasi. 
 
“Beberapa jenis kanker lebih tepat jika dilakukan terapi radiasi, contohnya adalah kanker payudara, kanker tiroid, kanker nasofaring. Pada kanker nasofaring, sulit untuk dilakukan pembedahan sehingga dilakukan dengan cara terapi radiasi,” tambah dr. Rita. 
 
Namun memang menurut dr. Rita efek dari terapi radiasi juga bisa merusak sel-sel sehat. “Salah satu efeknya adalah bisa menyebabkan sariawan berat pada mulut karena yang dirusak adalah kelenjar ludah yang menghasilkan air liur. Ketika produksi air liur berkurang, maka mulut akan kering sehingga menyebabkan sariawan,” paparnya.
 
Metode lainnya untuk mengobati pasien kanker adalah dengan kemoterapi. Kemoterapi itu memasukkan cairan obat ke dalam tubuh. “Selain cairan diberikan secara oral, bisa juga dengan injeksi yaitu dimasukkan ke pembuluh darah melalui infus atau secara langsung,” jelas dr. Rita. 
 
Dosis obat kemoterapi dihitung berdasarkan luas permukaan tubuh yaitu dengan mengukur data tinggi dan dan berat badan. Kemoterapi sendiri biasanya diberikan sesuai siklus yang ditentukan. 
 
“Secara umum siklusnya setiap tiga minggu sekali agar memberikan waktu pada tubuh untuk melakukan pemulihan, baru kemudian diberikan obat kemoterapi berikutnya,” tutur dr. Rita.
 
Metode selanjutnya adalah terapi hormon yang biasanya diberikan pada pasien kanker payudara. “Pasien kanker payudara terjadi karena dipengaruhi oleh hormon estrogen. Untuk itu, diberikan terapi hormon untuk menekan hormon estrogen pada tubuh,” jelas dr. Rita. 
 
Selain pada pasien kanker payudara, pasien kanker prostat juga bisa diberikan terapi hormon. Sedangkan untuk terapi target biasanya dilakukan target pemberian obat pada sel kanker, namun memang menurut dr. Rita sel kanker yang akan dilakukan terapi target harus memiliki tanda tertentu. 
 
“Untuk imunoterapi, menggunakan sistem pertahanan tubuh. Sehingga dilakukan tatalaksana agar sel pertahanan tubuh bisa lebih kuat membunuh sel kanker,” tutup dr. Rita.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif