Bagaimana memperbaiki kepala lonjong bayi yang baru lahir? Berikut informasinya. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)
Bagaimana memperbaiki kepala lonjong bayi yang baru lahir? Berikut informasinya. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)

Kiat Memperbaiki Kepala Lonjong Bayi Baru Lahir

Rona perkembangan anak
Anda Nurlaila • 06 Februari 2020 11:53
Jakarta: Banyak orang tua merasa khawatir dengan penampilan kepala bayi baru lahir mereka yang berbentuk lonjong atau kerucut. Kepala conehead ini umum terjadi dan tidak berisiko terhadap perkembangan atau fungsi kognitif bayi.
 
Saat bayi lahir, di bagian ubun-ubun bayi terdapat area lembut yang disebut fontanel. Tengkorak kepala bayi juga fleksibel. Ini memungkinkan tulang-tulang ini bergeser dan membantu bayi keluar lewat lubang serviks dan jalan lahir. 
 
Namun tidak perlu khawatir. Kondisi kepala bayi yang lonjong tidak berbahaya dan biasanya akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari atau minggu. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kepala tidak sempurna," kata dokter anak di GetzWell Pediatrics di San Francisco Nicole Glynn. "Kepala dapat berbentuk asimetri, dan memiliki benjolan-benjolan. Saat rambut tumbuh, ini tidak akan terlihat lagi. Kepala berbentuk kerucut tidak merusak perkembangan bayi atau fungsi kognitif mereka," katanya seperti dilansir dari Parents.
 
Kepala lonjong atau kerucut pada bayi baru lahir dapat terjadi karena melalui saluran vagina selama kelahiran. Atau sebelum persalinan janin "turun" lebih awal dan terjadi kontak kepala dengan panggul ibu. Jika bayi lahir dengan kepala berbentuk kerucut, pada bagian ubun-ubun yang lebut ada tonjolan yang terbentuk dari lempeng tengkorak yang saling tumpang tindih.
 
Kiat Memperbaiki Kepala Lonjong Bayi Baru Lahir
(Anda tak perlu terlalu khawatir karena kepala lonjong bayi yang baru lahir bisa normal kembali. Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)

Cara "memperbaiki" kepala lonjong pada bayi

Tengkorak bayi Anda akan pulih selama beberapa minggu pertama dalam hidupnya. Orang tua dapat membantu prosesnya dengan menggendong bayi pada perut dan menopang kepalanya. 
 
Glynn mengatakan, terlalu banyak waktu berbaring telentang dapat menyebabkan kepala bayi berbentuk datar yang disebut posisi plagiocephaly atau kepala "peyang". 
 
"Lakukan aktivitas menggendong bayi di perut dua-tiga kali sehari selama beberapa menit segera setelah orang tua pulang dari rumah sakit," kata Glynn. 
 
"Atau bahkan melakukan skin-to-skin dengan bayi berbaring di dada saat Anda sedang berbaring untuk memberi mereka waktu membentuk belakang kepala mereka."
 
Namun perlu berhati-hati agar tidak tertidur di sofa atau kursi saat menggendong bayi yang baru lahir. Dan sekali-kali menidurkannya pada posisi ini karena dapat membuat bayi berisiko terkena sindrom kematian bayi mendadak atau SIDS.
 
Adapun terapi helm untuk memperbaiki kepala kerucut biasanya dilakukan untuk kasus plagiocephaly atau "sindrom kepala datar." Kepala berbentuk kerucut biasanya dapat memperbaiki sendiri. 
 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif