Ilustrasi-Antara
Ilustrasi-Antara

Apakah Penyemprotan Disinfektan Efektif Membunuh Virus di Tubuh?

Rona Virus Korona virus corona covid-19 disinfektan
Raka Lestari • 30 Maret 2020 12:11
Jakarta: Guna menghindari masuknya virus korona ke dalam tubuh, banyak orang yang sengaja menyemprotkan disinfektan langsung ke dalam tubuh. Hal tersebut dianggap bisa membunuh virus korona yang menempel ke dalam tubuh. Akan tetapi, apakah hal tersebut memang efektif?
 
Berdasarkan tweet resmi oleh Dr. Parani selaku perwakilan WHO untuk Indonesia melalui akun @NParanietharan yang menyebutkan, 'Please do not Spray disinfectant on people. It may be harmful,' tulisnya.
 
Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof. Dr.dr. H. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB menegaskan, pernyataan representatif WHO Indonesia harus kita indahkan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pernyataan dari perwakilan WHO ini juga sejalan dengan imbauan ke masyarakat oleh WHO bahwa lampu ultra violet tidak boleh digunakan untuk sterilisasi tangan dan area kulit lain karena bisa menyebabkan iritasi pada kulit,” ujar Prof. Ari.
 
“Begitu juga menyemprotan alkohol atau klorin tidak akan menghilangkan virus yang sudah masuk ke dalam tubuh. Penyemprotan alkohol atau klorin berbahaya untuk mukosa mulut, hidung dan mata. Jadi sebaiknya bahan ini digunakan untuk membersihkan permukaan peralatan rumah tangga atau kantor,” tuturnya.
 
Menurut Prof Ari, rekomendasi yang diberikan oleh WHO adalah dengan melakukan disinfektan dan kebersihan lingkungan. Bukan disinfeksi pada orang secara langsung.
 
“Selain itu penyemprotan disinfektan terlalu sering bisa menyebabkan pencemaran lingkungan dan harus dihindari,” tuturnya.
 
Virus korona ini menular dari satu orang kepada orang lain melalui droplets. Jadi virus bisa tertular langsung dari orang yang bicara keras, batuk, atau bersin di depan kita dalam jarak 1 meter.
 
"Selain itu secara tidak langsung jika droplet yang mengandung virus tersebut jatuh ke meja, sakelar lampu, gagang telepon, gagang pintu atau, atau lokasi yang biasa disentuh orang maka hal ini juga bisa jadi sumber penularan," tegasnya.
 
Oleh karena itu, Prof. Ari menekankan untuk selalu memerhatikan kebersihan tangan. Usahakan untuk tidak menyentuh benda atau tempat-tempat di mana orang lain bisa menyentuh juga. Selain itu, ia juga menyarankan agar tangan yang belum dicuci sebaiknya tidak menyentuh hidung, mulut, atau mata.
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif