Keputihan selama hamil tidak selalu bahaya. Simak informasinya. (Foto: Sandra Seitamaa/Unspllash.com)
Keputihan selama hamil tidak selalu bahaya. Simak informasinya. (Foto: Sandra Seitamaa/Unspllash.com)

Ini Penyebab Keputihan Selama Hamil

Rona kehamilan
Torie Natalova • 09 April 2019 07:50
Keputihan selama hamil tidak selalu bahaya. Kadar estrogen yang lebih tinggi dan peningkatan suplai darah ke rahim dan juga vagina menghasilkan peningkatan jumlah sekresi selama kehamilan. Keputihan yang normal dan sehat biasanya memiliki tekstur yang tipis, jernih atau putih susu juga tidak berbau. 
 

 
Jakarta:
Keputihan tidak selalu pertanda bahaya melainkan merupakan bagian yang cukup penting bagi organ intim wanita yaitu membantu membersihkan bakteri dan menjaga bagian kewanitaan Anda tetap bersih.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, cairan atau lendir dapat datang dalam berbagai bentuk, sehingga sulit untuk mengetahui mana yang normal. Beberapa wanita yang sedang hamil seringkali mengalami keluarnya cairan atau keputihan seperti jaringan yang menyerupai kulit mati. 
 
Ini terkadang meresahkan beberapa wanita hamil karena sebelumnya tidak pernah mengalami hal tersebut. Ada beberapa penyebab paling umum keluarnya keputihan selama masa kehamilan seperti berikut.
 
(Baca juga: Ladies, Jangan Anggap Sepele Keputihan dan Infeksi Saluran Kemih)

1. Pendarahan rahim

Pendarahan rahim mungkin saja terjadi dalam rahim dan berhenti. Tapi, darah yang ada di sana dapat membeku dan kemudian dikeluarkan beberapa hari kemudian.
 
Ketika keluar, darah tua itu bisa berserat, butiran dan gelap. Jenis keputihan ini relatif umum, namun tetap konsultasikan dengan dokter.
 
Ini Penyebab Keputihan Selama Hamil
(Keputihan yang normal dan sehat biasanya memiliki tekstur yang tipis, jernih atau putih susu juga tidak berbau. Foto: Devon Divine/Unsplash.com)

2. Kadar estrogen yang meningkat

Kadar estrogen yang lebih tinggi dan peningkatan suplai darah ke rahim dan juga vagina menghasilkan peningkatan jumlah sekresi selama kehamilan.

3. Progesteron vagina

Dalam beberapa kasus, wanita hamil perlu mengonsumsi progesteron yang membantu mengentalkan lapisan rahim dan mempertahankan kehamilan.
 
Ini dapat membuat gumpalan yang tidak diserap dan terlihat seperti cairan yang tak biasa keluar dari vagina.

4. Pendarahan

Menjelang akhir kehamilan, jumlah keluar keputihan semakin meningkat dan mungkin mengandung lendir merah muda yang lengket. Lendir ini ada di leher rahim selama kehamilan dan dilepaskan saat tubuh siap untuk melahirkan.

5. Kehamilan biokomia

Kehamilan ini mengacu pada keguguran yang sangat dini di mana sel telur yang dibuahi tidak menanamkan dirinya dengan benar.
 
Jenis kehamilan ini terlihat positif di alat tes kehamilan urine, tetapi tidak tampak di USG. Jaringan keguguran dapat muncul warna cokelat terang atau merah muda.

6. Infeksi vagina

Apabila vagina mengeuarkan bau tak sedap atau aneh, merasa gatal atau sakit, nyeri saat buang air kecil, segera hubungi dokter karena gejala ini dapat menunjukkan infeksi vagina.
 
Keputihan yang normal dan sehat biasanya memiliki tekstur yang tipis, jernih atau putih susu juga tidak berbau. Apabila keputihan Anda tidak menunjukkan gejala normal, kunjungi dokter.
 

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

(TIN)


social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif