Pengidap talasemia memiliki kualitas sel darah merah tidak bagus (Foto Ilustrasi: Luis Galvez/Unpslash)
Pengidap talasemia memiliki kualitas sel darah merah tidak bagus (Foto Ilustrasi: Luis Galvez/Unpslash)

Mengenal Ciri-ciri Talasemia

Rona penyakit
Raka Lestari • 21 Mei 2019 16:19
Jakarta: Talasemia merupakan penyakit yang terjadi karena adanya faktor keturunan. Salah satu cara untuk mencegah terjadinya peningkatan jumlah penderita talasemia adalah, dengan mencegah terjadinya pernikahan sesama pembawa sifat talasemia, dan mengenali ciri-ciri penyakit tersebut.
 
Gejala utama pada penderita talasemia adalah pucat, perut tampak membesar karena adanya pembengkakan limpa dan hati. Apabila tidak diobati dengan baik akan terjadi perubahan bentuk tulang muka serta warna kulit menjadi hitam.
 
Talasemia terjadi akibat gangguan pembentukan rantai globin yang merupakan komponen sel darah merah. Gangguan pembentukan rantai globin alfa disebut sebagai talasemia alfa, sedangkan gangguan pembentukan rantai beta disebut talasemia beta.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berdasarkan manidestasi klinisnya, talasemia terbagi menjadi tiga bagian. Di antaranya talasemia mayor, talasemia intermedia, dan talasemia minor/karier/pembawa sifat.
 
Dokter spesialis anak RSCM dr. Teny Tjitra Sari, Sp.A. (K) mengatakan pasien dengan talasemia mayor membutuhkan transfusi rutin seumur hidupnya. Biasanya setiap empat minggu sekali.
 
"Pasien dengan talasemia intermedia juga membutuhkan transfusi, tetapi tidak sesering talasemia mayor. Sementara itu, pasien dengan talasemia minor umumnya tidak menunjukkan gejala dan tidak membutuhkan transfusi," katanya pada Seminar Hari Talasemia Sedunia, beberapa waktu lalu.
 
Jika seseorang menunjukkan tanda dan gejala seperti pucat, kuning, perubahan bentuk wajah, perut membesar, kulit semakin menghitam, tinggi badan tidak seperti teman sebaya, dan pertumbuhan seks sekunder yang terhambat, perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
 
Pengidap talasemia memiliki kualitas sel darah merah tidak bagus, dan mudah pecah sehingga terjadi anemia kronik. Oleh karena itu, transfusi rutin wajib diberikan pada semua pasien talasemia, terutama talasemia mayor.
 
Pasien talasemia mayor dan intermedia mendapat zat besi berlebih dari transfusi sel darah merah dan penyerapan saluran cerna. Sementara kemampuan tubuh untuk membuang zat besi terbatas. Akibatnya, terjadi penumpukkan besi dalam organ-organ, seperti hati, jantung, pankreas, dan hipofisis.
 
Zat besi tersebut bersifat toksik dan dapat menyebabkan kegagalan organ. Umumnya, pasien talasemia meninggal akibat kegagalan organ jantung. Oleh karena itu, semua pasien talasemia mayor dan intermedia wajib mendapatkan obat pengikat (kelasi) besi setiap hari.
 
Hingga saat ini, terdapat tiga jenis obat kelasi besi. Yaitu deferoksamin, deferiprone, dan deferasirox. Deferoksamin digunakan dengan cara disuntikkan di bawah kulit atau langsung ke pembuluh darah, sementara obat kelasi besi lainnya digunakan dengan cara diminum.
 
Cegah Stunting, Kenali Penyebabnya

 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif