"Sesuai UUD 1945, negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20 persen dari APBN untuk penyelenggaraan pendidikan nasional,” kata Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam Konferensi Pers RAPBN dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2027 di Jakarta, dikutip dari Youtube Kementerian Keuangan, Rabu 19 Agustus 2026.
| Baca juga: Putusan MK Soal Anggaran MBG: Harus Dipisah dari Anggaran Pendidikan |
Anggaran pendidikan rencananya disalurkan melalui belanja pemerintah pusat (BPP) sebesar Rp490,7 triliun. Selanjutnya terdapat transfer ke daerah (TKD) sebesar Rp277,1 triliun, serta pembiayaan Rp53 triliun.
Adapun Rencana pemanfaatan program pendidikan antara lain untuk Program Indonesia Pintar (PIP) kepada 22,1 juta siswa, Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah kepada 1,1 juta mahasiswa. Anggaran juga dialokasikan untuk Tunjangan Profesi Guru (TPG) non pegawai negeri sipil (PNS) untuk 1,3 juta guru.
Selain itu, pemerintah mengalokasikan anggaran pembangunan tujuh Sekolah Unggul Garuda, renovasi 12.215 unit sekolah dan madrasah. Di tahun depan pemerintah juga bakal melakukan pembangunan 100 Sekolah Rakyat dan menyiapkan anggaran untuk operasional 166 Sekolah Rakyat.
Selanjutnya, disediakan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk 54,2 juta siswa hingga Bantuan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini (BOP PAUD) untuk 6,3 juta peserta didik. Kemudian terdapat anggaran untuk TPG aparatur sipil negara daerah (ASND) untuk 1,7 juta guru di daerah, serta tambahan penghasilan (tamsil) ASND untuk 20,7 ribu guru di daerah.
Anggaran juga disalurkan untuk BOP 148 museum dan taman budaya. Dalam anggaran pendidikan ini juga terdapat beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyatakan defisit dalam RAPBN 2027 ditargetkan sebesar 2,40 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Jumlah tersebut menurun dari APBN 2026 yang sebesar 2,68 persen terhadap PDB.
Adapun pembiayaan anggaran pada 2027 direncanakan sebesar Rp671,2 triliun. Jumlah tersebut juga menurun dari rencana pembiayaan pada APBN 2026 yang sebesar Rp689,1 triliun.
Lebih lanjut, belanja negara tahun 2027 direncanakan sebesar Rp4.097,2 triliun, atau naik dari Rp3.842,7 triliun di APBN 2026. Di sisi lain, pendapatan negara diperkirakan mencapai Rp3.426 triliun, naik dari Rp3.153,6 triliun di APBN 2026.
| Baca juga: Daftar Negara dengan Anggaran Pendidikan Terbesar hingga Terkecil: Swedia Nomor 1, Indonesia Nomor Berapa? |
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda