Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Foto: Youtube: Kementerian Keuangan
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Foto: Youtube: Kementerian Keuangan

Anggaran Pendidikan 2027 Naik 13,9 Persen, Spill Jatah KIP Kuliah dan Tunjangan Guru

Ilham Pratama Putra • 19 Agustus 2026 14:04
Ringkasnya gini..
  • Anggaran pendidikan 2027 mencapai Rp820,9 triliun, naik 13,9 persen atau Rp100,1 triliun dibandingkan outlook 2026.
  • Sebanyak 12.215 sekolah dan madrasah akan direnovasi, sementara pemerintah menyiapkan pembangunan tujuh Sekolah Unggul Garuda dan 100 Sekolah Rakyat.
  • Alokasi terbesar untuk PIP kepada 22,1 juta siswa, KIP Kuliah bagi 1,1 juta mahasiswa, serta BOS untuk 54,2 juta siswa.
Jakarta: Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp820,9 triliun untuk belanja program pendidikan pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2027. Alokasi itu tumbuh 13,9 persen bila dibandingkan proyeksi (outlook) anggaran pendidikan pada APBN 2026 sebesar Rp720,8 triliun.
 
"Sesuai UUD 1945, negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20 persen dari APBN untuk penyelenggaraan pendidikan nasional,” kata Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam Konferensi Pers RAPBN dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2027 di Jakarta, dikutip dari Youtube Kementerian Keuangan, Rabu 19 Agustus 2026.
 
Baca juga: Putusan MK Soal Anggaran MBG: Harus Dipisah dari Anggaran Pendidikan  

Anggaran pendidikan rencananya disalurkan melalui belanja pemerintah pusat (BPP) sebesar Rp490,7 triliun. Selanjutnya terdapat transfer ke daerah (TKD) sebesar Rp277,1 triliun, serta pembiayaan Rp53 triliun.
 
Adapun Rencana pemanfaatan program pendidikan antara lain untuk Program Indonesia Pintar (PIP) kepada 22,1 juta siswa, Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah kepada 1,1 juta mahasiswa. Anggaran juga dialokasikan untuk Tunjangan Profesi Guru (TPG) non pegawai negeri sipil (PNS) untuk 1,3 juta guru.

Selain itu, pemerintah mengalokasikan anggaran pembangunan tujuh Sekolah Unggul Garuda, renovasi 12.215 unit sekolah dan madrasah. Di tahun depan pemerintah juga bakal melakukan pembangunan 100 Sekolah Rakyat dan menyiapkan anggaran untuk operasional 166 Sekolah Rakyat.
 
Selanjutnya, disediakan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk 54,2 juta siswa hingga Bantuan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini (BOP PAUD) untuk 6,3 juta peserta didik. Kemudian terdapat anggaran untuk TPG aparatur sipil negara daerah (ASND) untuk 1,7 juta guru di daerah, serta tambahan penghasilan (tamsil) ASND untuk 20,7 ribu guru di daerah.
 
Anggaran juga disalurkan untuk BOP 148 museum dan taman budaya. Dalam anggaran pendidikan ini juga terdapat beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
 
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyatakan defisit dalam RAPBN 2027 ditargetkan sebesar 2,40 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Jumlah tersebut menurun dari APBN 2026 yang sebesar 2,68 persen terhadap PDB.
 
Adapun pembiayaan anggaran pada 2027 direncanakan sebesar Rp671,2 triliun. Jumlah tersebut juga menurun dari rencana pembiayaan pada APBN 2026 yang sebesar Rp689,1 triliun.
 
Lebih lanjut, belanja negara tahun 2027 direncanakan sebesar Rp4.097,2 triliun, atau naik dari Rp3.842,7 triliun di APBN 2026. Di sisi lain, pendapatan negara diperkirakan mencapai Rp3.426 triliun, naik dari Rp3.153,6 triliun di APBN 2026. 
 
Baca juga: Daftar Negara dengan Anggaran Pendidikan Terbesar hingga Terkecil: Swedia Nomor 1, Indonesia Nomor Berapa?  

 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan