Ilustrasi-Pexels
Ilustrasi-Pexels

Pikiran Positif dan Pola Tidur Kunci Menjaga Imunitas Tubuh

Rona Virus Korona stres virus corona covid-19
A. Firdaus • 18 Mei 2020 15:10
Jakarta: Situasi pandemi covid-19 yang mendunia menimbulkan kepanikan dan kecemasan. Seluruh masyarakat di dunia terpaksa mengurung diri di rumah masing-masing.
 
Orang terisolasi dari keluarga dan teman, serta sistem perawatan kesehatan pun sudah mencapai batasnya. Lalu bagaimana kita bisa melewati masa yang penuh tantangan ini tanpa merasa stres dan tertekan?
 
World Health Organization (WHO) mengajak masyarakat untuk menjaga kesehatan holistik, melalui pikiran, tubuh, dan jiwa. Organisasi kesehatan dunia itu juga mengatakan bahwa pandemi covid-19 telah membuat perubahan besar pada rutinitas harian kita.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Perubahan-perubahan ini bisa sangat sulit bagi mereka yang memiliki tantangan kesehatan mental. Perasaan stres dan bingung merupakan sebuah dampak alami yang dapat terjadi di tengah masa krisis ini.
 
Untungnya ada banyak hal yang dapat kita lakukan untuk menjaga kesehatan mental kita. Menurut dr. Herman Irawan, Health Practitioner, PT Avrtist Assurance, ada beberapa saran yang perlu diterapkan.
 
"Pertama adalah mencegah rasa cemas dan gelisah dengan membekali diri dan pengetahuan yang tepat mengenai covid-19 serta menjaga kualitas berita yang diterima setiap hari," ujar dr. Herman seperti rilis yang diterima Medcom.id.
 
Pikiran Positif dan Pola Tidur Kunci Menjaga Imunitas Tubuh

Selektif memilih berita. (Foto: Pexels)

 
Kemudian mencari informasi mengenai covid-19 dari sumber berita terpercaya demi mengurangi rasa ketidakpastian. Kedua melatih otak agar tetap tenang dan memandang dengan perspektif berbeda serta memiliki pikiran yang positif.
 
"Luangkan waktu untuk belajar hal baru agar dapat mengalihkan rasa kecemasan," terangnya.
 
Berdasarkan penelitian, rasa cemas dan gelisah dapat menyebabkan masalah tidur yang serius, seperti insomnia. Mengalami serangan kecemasan dapat menyebabkan banyak orang merasa lelah. Rasa untuk tidur pun sulit terjadi karena cemas dan khawatir.
 
Kurangnya kualitas tidur seseorang akhirnya bakal berdampak pada kesehatan pikiran dan tubuhnya, yang akhirnya akan menekan sistem kekebalan tubuh seseorang. Penurunan daya tahan tubuh ini yang akhirnya menyebabkan manusia rentan terhadap penularan dan menyebabkan penyakit.
 
"Tidur yang cukup dengan kualitas yang baik bagi orang adalah 8 jam. Kualitas tidur yang baik akan terasa keesokan harinya saat orang bisa beraktivitas dengan baik dan tidak merasa ngantuk pada siang atau sore harinya," terang dr. Herman.
 
Pikiran Positif dan Pola Tidur Kunci Menjaga Imunitas Tubuh
Kurangi waktu tidur siang Anda, demi bisa menghasilkan pola tidur yang nyenyak pada malam hari. (Foto: Unsplash)

 
Untuk itu perhatikan asupan yang masuk dalam tubuh kita. Khususnya kadar nikotin, kafein, dan alkohol yang dapat mengganggu kualitas tidur seseorang.
 
"Batasi juga tidur di waktu siang hari sehingga saat waktu tidur, di malam hari kita merasa kantuk. Lalu memaksa rasa kantuk atau tidur akan semakin menegangkan pikiran, sehingga berakibat tidak bisa tidur," saran dr. Herman.
 
"Ada baiknya sebelum tidur, latihan menenangkan pikiran dengan membayangkan kegiatan favorit. Misalnya melalui meditasi," terangnya.
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif