Vice President Director Djarum Foundation, FX Supanji (kiri)--Medcom.id/Dhaifurrakhman Abas.
Vice President Director Djarum Foundation, FX Supanji (kiri)--Medcom.id/Dhaifurrakhman Abas.

Ratusan Mahasiswa Tanamkan 250 Pohon di Sekitar Candi Prambanan

Rona candi djarum
Dhaifurrakhman Abas • 27 Juni 2019 12:46
Organisasi nirlaba ini menggelar acara penghijauan di kawasan Candi Prambanan, Yogyakarta. Sebanyak 500 mahasiswa dilibatkan dalam program ini.
 

Jakarta: Bakti Lingkungan Djarum Foundation kembali mengadakan penghijauan di kawasan Candi Prambanan, Yogyakarta pada Rabu, 26 Juni 2019. Upaya ini dilakukan untuk menjaga ekosistem di kawasan cagar budaya.
 
“Ini merupakan langkah nyata agar kita lebih peduli terhadap lingkungan," kata Vice President Director Djarum Foundation, FX Supanji, di kawasan Candi Prambanan, Yogyakarta, Rabu 26 Juni 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Supanji mengatakan, upaya melestarikan lingkungan dilakukan melalui program Candi Sadar Lingkungan (Candi Darling). Dalam program tersebut, pihaknya menggandeng lebih dari 500 mahasiswa.
 
Bakti Lingkungan Djarum Foundation bersama para mahasiswa melakukan penanaman 250 pohon dan 5.000 semak berbunga. Tanaman-tanaman yang terdiri dari 25 varietas pohon tersebut ditumbuhkan di titik terpenting yang terletak di sekitar candi.
 
"Harapan jangka panjang penghijauan ini akan menciptakan ekosistem lingkungan yang berkelanjutan," ujarnya.
Ratusan Mahasiswa Tanamkan 250 Pohon di Sekitar Candi Prambanan
Bakti Lingkungan Djarum Foundation kembali mengadakan penghijauan di kawasan Candi Prambanan, Yogyakarta--Medcom.id/Dhaifurrakhman Abas.
 
Sementara itu, Supanji bilang, ada alasan tersendiri mengapa pihaknya menggandeng mahasiswa dalam melaksanakan program siap Daring ini. Katanya, mahasiswa merupakan tulang punggung bangsa dalam menjaga warisan budaya.
 
Mahasiswa dan generasi milenial juga dianggap sebagai garda terdepan yang bisa meneruskan perjuangan dunia menjaga lingkungan di tengah teror pemanasan global. Pemanasan global dan perubahan iklim juga menjadi ancaman serius bagi situs warisan dunia.
 
Hal ini sesuai pernyataan UNESCO yang mengatakan bahwa pemanasan global menyebabkan kerusakan fisik warisan dunia menjadi lebih cepat. Bahkan percepatan kerusakan fisik terjadi hingga dua kali lipat.
 
"Sehingga peninggalan leluhur ini adalah warisan cagar budaya yang sangat berharga dan harus kita lestarikan bersama keberadaannya," ungkap Supanji.
 
Sementara itu, Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya DIY, Zaimul Azzah, mendukung program Candi Darling. Dia bilang, program ini tidak hanya sekadar mengajak generasi milenial peduli, namun terlibat langsung dalam melakukan aksi nyata dalam menjaga lingkungan. "Bergerak bersama-sama dan mengejar mimpi masa depan," katanya.
 
Dia juga berharap, kawasan Prambanan akan semakin cantik dan asri dengan bertambahnya ekosistem tumbuhan yang ditanamkan tersebut. Penghijauan ini diharapkan mampu mengubah paradigma wisatawan, bahwa Prambanan tidak hanya tempat belajar sejarah tetapi juga bisa dikunjungi wisatawan untuk menikmati ekosistem lingkungannya yang indah.
 
"Dan paradigma sejarah itu membosankan akan hilang dengan semakin cantiknya candi-candi di Indonesia,” tandasnya.
 
Tak hanya di Kawasan Candi Prambanan, Siap Darling melalui program Candi Darling juga sudah membidik candi-candi lainnya untuk dilakukan upaya penghijauan. Program ini ditargetkan berakhir pada tahun 2025 dengan menyasar seluruh candi yang ada di Indonesia.  
 
Untuk itu, Candi Darling membuka kesempatan bagi para Mahasiswa untuk terlibat dalam program selanjutnya melalui situs www.siapdarling.id dan bergabung sebagai Darling Squad. Program ini diharapkan menimbulkan semangat bersama beraksi untuk memperbaiki bumi.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif