Salah satu cara untuk mengurangi dampak negatif dari konsumsi garam yang berlebih adalah dengan menguranginya.
Tapi menghilangkan asupan garam juga bisa menyebabkan berbagai dampak bagi tubuh Anda. Dikutip dari Reader's Digest, berikut ini adalah beberapa dampak dari menghilangkan asupan garam bagi tubuh Anda.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
1. Tekanan darah turun
Sodium adalah elemen penting yang membantu mengatur kadar cairan dalam tubuh. "Penelitian dan bukti substansial telah mengaitkan asupan natrium dengan hipertensi," kata Amin Yehya, MD, ahli jantung di Piedmont Heart Institute.
Terlalu banyak natrium menyebabkan tubuh menahan air untuk menyeimbangkannya, menyebabkan peningkatan volume darah dan tekanan pada sistem peredaran darah.

(Sebuah studi tahun 2014 dari Johns Hopkins menemukan bahwa orang yang mengurangi natrium dalam makanannya mengalami sakit kepala lebih sedikit daripada orang yang mengonsumsi garam dalam jumlah normal. Foto: Ilustrasi. Dok. Ani Kolleshi/Unsplash.com)
2. Risiko serangan jantung dan stroke akan menurun
Tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko utama untuk penyakit kardiovaskular, jadi menurunkan tekanan darah dengan mengurangi asupan natrium juga dapat menurunkan risiko serangan jantung dan stroke.
"Di seluruh dunia, 54 persen stroke dan 47 persen penyakit jantung disebabkan oleh hipertensi," kata Dr Yehya.
"Kelebihan natrium memiliki efek terhadap tekanan darah yang menyebabkan hipertrofi ventrikel kiri (masalah pemompaan ruang utama jantung) serta fibrosis (penebalan dan jaringan parut) di jantung dan arteri."
(Baca juga: Kesehatan Mulut Pengaruhi Efektivitas Pengobatan Hipertensi)
3. Menurunkan berat badan
"Jika Anda mulai menggeser pola makan Anda untuk memasukkan lebih banyak makanan utuh yang tidak diproses, ini secara alami membantu mengurangi asupan natrium," menurut ahli diet Erin Palinski-Wade, RD.
"Selain itu, ini juga dapat membantu mengurangi asupan gula tambahan dan karbohidrat olahan sambil meningkatkan serat. Pergeseran ini dapat meningkatkan rasa kenyang yang dapat menyebabkan penurunan berat badan."
4. Kekurangan sodium
"Beberapa penelitian mencatat bahwa diet natrium 'terlalu rendah' bisa berbahaya," kata Dr Yehya. Terlalu sedikit natrium, yang dikenal sebagai hiponatremia yang dapat menyebabkan overekskresi, terlalu banyak berkeringat, dan terlalu banyak minum air.
Hiponatremia juga bisa menjadi bahaya bagi orang yang menggunakan obat bersifat diuretik untuk tekanan darah tinggi, dan mereka yang mengalami gagal jantung kongestif.
5. Mengalami pusing atau sakit kepala
Sebuah studi tahun 2014 dari Johns Hopkins menemukan bahwa orang yang mengurangi natrium dalam makanannya mengalami sakit kepala lebih sedikit daripada orang yang mengonsumsi garam dalam jumlah normal.
Para peneliti beranggapan bahwa pembuluh darah mungkin harus berkembang untuk mengakomodasi tambahan volume darah yang dihasilkan natrium, sehingga memicu rasa sakit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News(TIN)
