Terapi listrik membantu meringankan depresi. (Foto Ilustrasi: Nick Karvounis/Unsplash.com)
Terapi listrik membantu meringankan depresi. (Foto Ilustrasi: Nick Karvounis/Unsplash.com)

Terapi Listrik Area Otak Mampu Meringankan Depresi

Rona kesehatan depresi
Dhaifurrakhman Abas • 04 Januari 2019 07:07
Jakarta: Stimulasi listrik pada bagian otak menawarkan opsi baru dalam dunia psiokologi medis. Terapi ini digadang-gadang bisa bisa meringankan depresi. 
 
Hal ini dipublikasikan melalui sebuah studi yang dilakukan peneliti dari University of California, San Francisco. Para peneliti itu melakukan survei terhadap 25 pasien yang menderita depresi sedang hingga berat.
 
"Pasien mengalami peningkatan yang signifikan dalam suasana hati mereka setelah dilakukan stimulasi listrik ke wilayah otak, yang disebut orbitofrontal cortex (OFC)," kata penulis studi, Eddie Chang, seperti dikutip Web MD.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Chang bilang, setelah hanya tiga menit stimulasi listrik ke OFC, bahkan hanya pada satu sisi otak, pasien mengaku merasakan perasaan yang lebih baik. Beberapa pasien juga mengaku ada penurunan rasa kecemasan.
 
"Pasien langsung merasa seperti keadaan, wow, saya merasa kurang cemas,' 'Saya merasa tenang, sekaligus adem," ujarnya.
 
Kristin Sellers, peneliti lainnya dari kampus tersebut juga mengungkapkan bahwa terapi listrik membantu meringankan depresi. Hal itu terlihat dari ekspresi dan gerak tubuh pasien setelah menjalani stimulasi listrik.
 
"Anda bisa melihat peningkatan dalam bahasa tubuh pasien. Mereka tersenyum, mereka duduk lebih tegak, mereka mulai berbicara lebih cepat dan alami," ungkapnya.
 
OFC merupakan area kecil di permukaan bawah otak yang terletak tepat di atas mata. Kata Sellers, fungsinya masih belum jelas. 
 
Tetapi penulis Chang menjelaskan bahwa OFC merupakan bagian otak yang terhubung dengan suasana hati, depresi, dan pengambilan keputusan. OFC dianggap memiliki fungsi untuk mengkoordinasikan aktivitas antara emosi dan kognisi manusia.
 
Meski begitu, terlepas dari hasil yang menjanjikan ini, penulis studi ini mengatakan penelitian lebih lanjut dalam kelompok survei yang lebih besar amat diperlukan. Ini untuk menentukan apakah terapi ini menghasilkan manfaat jangka panjang terhadap pasien.
 
Cara Cerdas Cegah Obesitas

 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif