NEWSTICKER
    Ilustrasi. Foto: Pinterest
    Ilustrasi. Foto: Pinterest

    Cacing Kremi: Penyebab dan Cara Mengobatinya

    Rona Cacing Hati kesehatan kesehatan anak
    Putri Purnama Sari • 12 November 2022 18:51
    Cacing kremi atau yang memiliki nama latin Enterobius Vermicularis adalah jenis cacing yang bersifat parasit. Cacing kremi umumnya berukuran kecil, tipis, dan berwarna putih yang hidup dan berkembang biak didalam usus besar dan rektum manusia.
     
    Siapapun bisa terjangkit infeksi cacing kremi, namun umumnya kondisi ini lebih sering diderita oleh anak-anak usia 5-10 tahun karena mereka belum bisa menjaga kebersihan tangannya dengan baik. Selain anak-anak, seseorang yang sering melakukan kontak langsung dengan pengidap cacing kremi dan yang hidup di lingkungan padat penduduk juga berisiko lebih tinggi tertular.
     
    Dilansir dari alodokter, penyebab infeksi cacing kremi adalah karena menelan telur cacing kremi, karena ukuran telur ini sangat kecil dan menyebabkan penularan cacing kremi menjadi sangat mudah.
     
    Baca: Si Kecil Suka Menggaruk Dubur Mungkin Idap Penyakit

    Infeksi terjadi ketika telur cacing kremi masuk ke dalam tubuh manusia dan menetas di saluran pencernaan. Di dalam saluran pencernaan, cacing akan tumbuh dewasa dan berkembang biak.

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


    Cacing kremi bertelur di sekitar anus pada malam hari. Aktivitas inilah yang menyebabkan penderita mengalami gatal di anus.
     
    Masuknya telur cacing kremi ke dalam tubuh manusia dapat terjadi melalui beberapa cara, yaitu:
     

    1. Kontak langsung dengan telur

    Telur cacing kremi bisa menempel pada permukaan benda selama tiga minggu. Jika seseorang menyentuh benda yang terkontaminasi telur cacing kremi, telur dapat menempel di tangan dan bertahan hingga beberapa jam.
     
    Penularan cacing kremi umumnya terjadi ketika telur di tangan masuk melalui mulut ketika seseorang makan. Pada anak-anak, telur dapat masuk ketika mereka memasukkan tangan ke mulut, seperti saat menggigit kuku, mengisap jempol, atau pada saat memasukkan mainan ke dalam mulut.
     

    2. Inhalasi telur

    Telur cacing juga dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui hidung. Hal ini biasanya terjadi ketika benda yang terkontaminasi, seperti handuk atau pakaian, dikibaskan. Akibatnya, telur cacing kremi melayang di udara dan terhirup saat seseorang bernapas.
     

    3. Autoinfeksi

    Keberadaan telur cacing kremi di sekitar anus dapat menyebabkan gatal. Apabila gatal tersebut digaruk, banyak telur yang dapat menempel di jari. Jika penderita cacing kremi tidak menjaga kebersihan tangan dengan baik, telur cacing dapat dengan mudah tertelan kembali. Hal ini berarti infeksi akan terulang lagi dari awal.
     
    Pengobatan cacing kremi adalah salah satu cara untuk menghilangkan cacing kremi dan mencegah infeksi kembali terjadi. Dikarenakan risiko penyebaran infeksi cacing kremi tinggi, semua orang yang tinggal satu rumah dengan pengidap cacing kremi juga harus menjalani pengobatan. Pengobatan harus dijalani sesuai anjuran dokter dan dilakukan secara bertahap hingga cacing kremi benar-benar hilang dari tubuh. 
     
    Obat yang biasa digunakan adalah obat resep berupa Mebendazole dan Albendazole adalah obat oral yang dapat mengeluarkan cacing kremi melalui buang air besar. Namun, obat ini biasanya tidak direkomendasikan untuk diberikan kepada anak di bawah usia dua tahun atau obat bebas resep yang juga banyak dijual di apotek.
     

     
    (WAN)


    social
    FOLLOW US

    Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

    Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

    unblock notif