Media sosial seperti pisau bermata dua bagi remaja. (Foto: Pexels.com)
Media sosial seperti pisau bermata dua bagi remaja. (Foto: Pexels.com)

Paparan Medsos Bahayakan Kesehatan Mental Remaja?

Rona psikologi remaja
Anda Nurlaila • 27 Agustus 2019 17:12
Peneliti dan psikiatri anak di Imperial College London Dasha Nicholls mengatakan hampir semua pengaruh media sosial terhadap kesehatan mental dapat dijelaskan oleh tiga mekanisme yang diteliti yaitu perundungan siber (cyberbullying), tidur kurang dari delapan jam semalam dan mengurangi aktivitas fisik.
 

 
Jakarta: Media sosial telah menjadi kebutuhan untuk saling terhubung bagi segala usia, termasuk anak dan remaja. Sebuah studi terbaru menemukan, terlalu banyak menggunakan media sosial membahayakan kesehatan mental anak, terutama pada remaja perempuan.  

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Penelitian ini menemukan medsos paling populer dan berisiko tinggi adalah Instagram, Twitter, Snapchat dan Facebook.
 
"Hampir semua pengaruh media sosial terhadap kesehatan mental dapat dijelaskan oleh tiga mekanisme yang diteliti yaitu perundungan siber (cyberbullying), tidur kurang dari delapan jam semalam dan mengurangi aktivitas fisik. Semua ini berefek pada kesehatan mental," kata peneliti dan psikiatri anak di Imperial College London Dasha Nicholls kepada Healthday.
 
Nicholls menjelaskan, pengaruh negatif ini jauh lebih sedikit pada anak laki-laki. "Kemungkinan mekanisme lain beroperasi yang tidak dapat kami eksplorasi," tambahnya.
 
Studi menemukan anak perempuan menggunakan media sosial lebih sering daripada anak laki-laki. Selain penggunaan medsos yang berbeda, cara anak perempuan terpapar dan bereaksi terhadap konten medsos tidak sama seperti anak laki-laki.
 
"Sangat penting untuk menjaga keseimbangan, agar media sosial tidak menggantikan kegiatan lain yang penting bagi kesehatan mental," kata Nicholls.
 
Paparan Medsos Bahayakan Kesehatan Mental Remaja?
(Peneliti dan psikiatri anak di Imperial College London Dasha Nicholls mengatakan hampir semua pengaruh media sosial terhadap kesehatan mental dapat dijelaskan oleh tiga mekanisme yang diteliti yaitu perundungan siber (cyberbullying), tidur kurang dari delapan jam semalam dan mengurangi aktivitas fisik. Foto: Pexels.com)

Bagai pedang bermata dua

Pakar lain mengatakan media sosial seperti pisau bermata dua bagi remaja. Ann DeSmet, seorang post-doktorat ilmu kesehatan di Universitas Ghent di Belgia mengatakan penggunaan medsos bermanfaat seperti mengurangi kesepian. Tetapi dapat juga berakibat sebaliknya, seperti perundungan siber.
 
"Berbahaya jika mengurangi waktu yang akan dihabiskan untuk gaya hidup sehat, seperti aktivitas fisik dan tidur, atau ketika aktivitas ini meningkatkan cyberbullying," katanya.
 
Untuk penelitian ini, Nicholls dan rekan-rekannya mewawancarai sekitar 10.000 remaja dari hampir 1.000 sekolah di Inggris.
 
Selama lebih dari tiga tahun, para peneliti memeriksa berapa banyak waktu yang dihabiskan remaja di media sosial. Mereka mendefinisikan penggunaan berat adalah sebanyak tiga kali sehari pada aplikasi seperti Facebook, Instagram, Twitter, Snapchat dan WhatsApp.
 
Tim Nicholls menemukan bahwa pada 2013, 43 persen anak laki-laki menggunakan media sosial sepanjang hari, dibandingkan dengan 51 persen anak perempuan.
 
Pada 2014, penggunaan media sosial telah melonjak menjadi 51 persen laki-laki dan 68 persen perempuan. Pada 2015, 69 persen anak laki-laki dan 75 persen anak perempuan menggunakan media sosial beberapa kali sehari.
 
Paparan Medsos Bahayakan Kesehatan Mental Remaja?
(Studi menemukan anak perempuan menggunakan media sosial lebih sering daripada anak laki-laki. Foto: Pexels.com)

Efek medsos pada remaja laki-laki atau perempuan

Pada remaja perempuan, semakin sering menggunakan medsos semakin banyak tekanan psikologis yang mereka derita. Pada 2014, 28 persen anak perempuan yang menggunakan media sosial melaporkan mengalami tekanan psikologis, dibandingkan dengan 20 persen yang jarang menggunakannya. "Efek ini tidak sejelas pada anak laki-laki," kata penulis penelitian.
 
Selain itu, survei kesejahteraan menemukan bahwa anak perempuan pengguna medsos sering melaporkan kepuasan dan kebahagiaan hidup yang lebih rendah. Mereka juga memiliki kecemasan yang lebih besar pada 2015. Namun hubungan ini tidak terlihat di kalangan anak laki-laki.
 
Kesejahteraan pada anak perempuan paling dipengaruhi oleh cyberbullying, kurang tidur dan kurang aktivitas fisik. Hampir 60 persen dari tekanan psikologis disebabkan oleh tiga faktor ini. Faktor yang sama hanya menyumbang 12 persen tekanan psikologis di kalangan anak laki-laki pengguna medsos.
 
Perbedaan antara anak laki-laki dan anak perempuan mungkin karena anak perempuan mulai dengan tingkat kecemasan yang lebih tinggi. "Selain itu, cyberbullying lebih umum di kalangan anak perempuan," catat Nicholls.
 
Temuan ini dipublikasikan secara daring pada 13 Agustus di The Lancet Child & Adolescent Health. Profesor psikiatri anak di Fakultas Kedokteran Universitas Washington di St. Louis Anne Glowinski, mengatakan orang tua harus mengetahui berapa banyak waktu yang dihabiskan anak-anak mereka di medsos dan apa yang mereka lakukan.
 
Orang tua juga harus menetapkan aturan penggunaan media sosial. "Sering kali orang tua memberi ponsel tanpa pengawasan hingga terjadi sesuatu yang buruk," kata Glowinski.
 

 
(TIN)


social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif