Mononukleosis atau Mono disebut dengan “the kissing disease” atau penyakit berciuman. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)
Mononukleosis atau Mono disebut dengan “the kissing disease” atau penyakit berciuman. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)

Waspadai 11 Tanda Terjangkit Virus Mononukleosis

Rona kesehatan Mononukleosis
Anda Nurlaila • 21 Mei 2019 14:38
Mononukleosis adalah penyakit infeksi yang dikenal dengan sebutan “the kissing disease” atau penyakit berciuman. Mononukleosis menyebabkan demam, sakit tenggorokan, dan radang kelenjar getah bening di leher.
 

Jakarta: Virus Epstein-Barr (EBV) bertanggung jawab terhadap terjadinya infeksi mononukleosis atau virus mono memengaruhi sekitar 90 persen populasi di seluruh dunia. Virus ini paling sering menyerang remaja dan dewasa muda usia 15 hingga 30 tahun.
 
Readers Digest memuat beberapa gejala yang perlu Anda waspadai tentang infeksi virus, serta penangan untuk mempercepat pemulihan.

1. Sakit tenggorokan

Jika Anda menderita sakit tenggorokan, pembengkakan amandel, atau pembengkakan kelenjar getah bening, terutama di sisi leher, ini bisa menjadi gejala mono.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Minta dokter melakukan pengujian mono selain radang tenggorokan. “Banyak orang memiliki virus Epstein-Barr (EBV), penyebab utama mononukleosis dalam sistem tubuh sepanjang hidup. Namun kita hanya dapat mengetahuinya lewat tes darah," kata Dokter keluarga osteopathic dokter dan Direktur program The Family Medicine Residency, Robert I. Danoff. Obat radang tenggorokan dapat mengobati sakit tenggorokan atau penyakit mononukleosis.

2. Ruam

Menurut Alyssa Jung dalam "11 Silent Signs of Mono You Shouldn’t Ignore" salah satu tanda pertama infeksi virus mono adalah ruang setelah minum antibiotik yang biasa digunakan untuk mengobati sakit tenggorokan, seperti amoksisilin atau ampisilin.
 
“Antibiotik ini digunakan ketika dicurigai penyebabnya adalah bakteri sakit tenggorokan, sebelum dokter mengetahui bahwa ada mono. Ruam ini bukan reaksi alergi,” kata Dr Danoff.
 
Waspadai 11 Tanda Terjangkit Virus Mononukleosis
(Petunjuk bahwa Anda memiliki lebih dari sekedar pilek adalah saat pasangan memiliki gejala mono dalam waktu lama. Foto: Pexels.com)

3. Seseorang yang Anda cium sakit

Mono disebut "penyakit ciuman" karena sangat mudah dan sering menyebar melalui air liur. Meskipun mono juga menyebar melalui darah atau air mani. Anda juga dapat tertular dari berbagi peralatan makan dan minum seperti gelas.
 
Petunjuk bahwa Anda memiliki lebih dari sekedar pilek adalah saat pasangan memiliki gejala mono dalam waktu lama. "Sulit mencegah penyebaran mono karena sekali seseorang telah terinfeksi virus EBV, mereka akan terus menularkannya sepanjang hidup," kata Kim Alt dari Rockford Pediatrics di Rockford, Michigan.

4. Kelelahan parah

Remaja terkenal lelah sepanjang waktu, tetapi jika mereka merasa sangat lelah selama berminggu-minggu disertai gejala mono lainnya. Ini bisa jadi salah satu gejala mononukleosis. "Seringkali orang mengatakan, 'Saya banyak tidur tetapi saya masih lelah dan merasa kurang tidur'", kata Dr Danoff.

5. Demam

Jika Anda demam lebih dari 39 derajat Celsius atau flu yang bertahan lebih lama dari biasanya, itu bisa jadi gejala mono. "Jika Anda pilek berkepanjangan atau demam tinggi dan kelenjar bengkak, temui dokter agar dapat dikonfirmasi lewat tes darah," kata dokter penyakit dalam di Westchester Medical Center di Valhalla, New York Adam Horblitt.

6. Sulit bernapas

"Komplikasi mono dapat menyebabkan sumbatan jalan napas dari peradangan, menyebabkan kesulitan bernapas atau mengi," kata Dr Horblitt. Mayoritas orang yang mengembangkan mono simptomatik pulih dalam dua minggu dan mengembangkan kekebalan yang kuat terhadap EBV, ia menambahkan.

7. Sakit perut

Nyeri atau ketidaknyamanan di sisi kiri atas perut bisa menandakan limpa membesar karena EBV. Hindari olahraga kontak yang keras, yang selanjutnya dapat merusak limpa, kata Dr Horblitt. Namun mono hanya salah satu alasan medis paling umum untuk sakit perut.
 
Waspadai 11 Tanda Terjangkit Virus Mononukleosis
(Minta dokter melakukan pengujian mono selain radang tenggorokan. Banyak orang memiliki virus Epstein-Barr (EBV), penyebab utama mononukleosis dalam sistem tubuh sepanjang hidup. Namun kita hanya dapat mengetahuinya lewat tes darah. Foto: Pexels.com)

8. Nafsu makan menurun

Jika Anda tidak merasa lapar atau tidak makan seharian, bisa menjadi salah satu tanda mono. Diet sehat yang kaya akan buah-buahan dan sayuran dan asupan banyak cairan dapat memulihkan tubuh dari infeksi virus.

9. Sakit kepala

Meskipun kurang umum dan lebih mudah untuk dikaitkan dengan gangguan kesehatan selain mono, sakit kepala yang disertai gejala lain bisa jadi tanda infeksi mono.

10. Kebersihan buruk

“Cobalah untuk tidak menyentuh mata, hidung, atau mulut. EBV dapat hidup di permukaan lembap selama berjam-jam, dan jika menyentuhnya dan kemudian menyentuh wajah Anda, virus dapat ke sistem Anda,” kata Dr Danoff. Jangan mengabaikan kebersihan barang-barang sehari-hari yang lebih kotor dari tempat duduk toilet.

11. Mengembangkan penyakit lain

"Beberapa komplikasi mono yang jarang tetapi parah termasuk meningitis, ensefalitis (radang otak), dan Guillain-Barre (gangguan kelumpuhan)," kata Dr Alt.
 
Konsultasikan dengan dokter spesialis penyakit dalam di beberapa rumah sakit seperti RS Mitra Internasional, RSCM - Kencana, atau      RS Pantai Indah Kapuk. Atau rumah sakit dan pusat kesehatan terdekat dari rumah Anda.
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif