Menjaga kelembapan kulit bayi juga membantu bayinya menghindari eksem. (Foto: Pexels.com)
Menjaga kelembapan kulit bayi juga membantu bayinya menghindari eksem. (Foto: Pexels.com)

Penyebab dan Perawatan Eksem Bayi

Rona perkembangan anak kesehatan kulit
Anda Nurlaila • 10 Februari 2020 15:36
Jakarta: Sebagian bayi memiliki kepekaan kulit lebih tinggi daripada bayi lainnya. Salah satunya adalah eksem yang menimbulkan ketidaknyamanan pada bayi.
 
Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak dengan eksem rentan terhadap fenomena yang disebut pawai atopik. Yakni eksem dan luka terbuka yang dapat memengaruhi terjadinya kondisi seperti alergi makanan, asma, dan demam atau rinitis alergi.
 
Orang tua yang memiliki anak perlu memiliki wawasan mengenai pencegahan, intervensi dini dan perawatan dalam pengobatan eksem.

Eksem bayi: ruam adalah gerbang

Eksem adalah kondisi kronis di mana bercak kulit memerah, bersisik, dan gatal. Biasanya eksem muncul di wajah, kulit kepala, dan atau di badan beberapa minggu hingga bulan setelah kelahiran. Eksem biasanya merayap ke siku dan lutut saat anak berusia sekitar enam bulan atau bagian tubuh manapun.

Gejala eksem bayi

Bayi memiliki kulit yang sangat sensitif, kadang sulit mengetahui apakah bercak pada kulit adalah iritasi atau eksem. "Jika Anda, pasangan Anda, atau anak-anak Anda lainnya pernah menderita eksem atau alergi, bayi Anda juga berisiko tinggi mengembangkan eksem dan pawai atopik," kata asisten profesor dermatologi di University of Toronto Sandy Skotnicki.

Diagnosis

Bahkan yakin bayi mengalami eksem, periksakan ke dokter anak untuk memperoleh diagnosis. "Diagnosis dan intervensi dini membantu mencegah aspek-aspek tertentu dari pawai atopik, dan dapat mengurangi keparahan," kata ahli alergi anak-anak dan juru bicara untuk American College of Allergy, Asthma & Immunology Neeta Ogden.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Eksem, alergi makanan, asma, dan demam dapat berdiri sendiri atau bersamaan, Studi dalam Journal of Allergy and Clinical Immunology menyebut 81 persen anak-anak dengan eksem terus mengembangkan setidaknya satu alergi makanan. Jika ini terjadi, mereka tujuh kali lebih mungkin didiagnosis menderita asma dan hampir 12 kali lebih mungkin mengembangkan alergi musiman.
 
Penyebab dan Perawatan Eksem Bayi
(Menjaga kelembapan kulit bayi juga membantu bayinya menghindari eksem. Foto: Pexels.com)
 
Penyebabnya belum sepenuhnya diketahui. Menurut Skotnicki, kulit yang terkena eksem tidak mampun menghalangi air penyebab iritasi dan alergen.
 
Kerentanan kulit terhadap kekeringan dan iritasi dapat menyebabkan alergen masuk ke dalam tubuh. Misal, bekas selai kacang yang masih menempel di meja di mana bayi meletakkan tangannya dan terhirup ke tubuh atau terkena eksem.
 
"Kekebalan tubuh anak merespons dengan menyebabkan alergi terhadap makanan dan iritasi tersebut seumur hidup," kata asisten klinis profesor dermatologi dan pediatri di Northwestern University Feinberg School of Medicine Peter Lio.

Pencegahan

Dilansir dalam Parents, ada beberapa hal untuk menangani dan mengurangi keparahan akibat eksem. Pertama, batasi memandikan anak. Sebab air dan sabun benar-benar menghancurkan perlindungan pada kulit.
 
American Academy of Pediatrics menyatakan tiga kali mandi singkat seminggu selama tahun pertama bayi dapat membantu. Mandikan bayi 5-10 menit menggunakan pembersih ringan tanpa bahan tambahan. Bayi dengan eksem tidak memerlukan mandi terlalu sering dan lama kecuali benar-benar kotor atau berkeringat.
 
Saat mengalami eksem, mandikan anak tidak lebih dari 10-15 menit dengan air hangat tanpa sabun. Keringkan tubuh baik dengan menepuk-nepuk tubuh mereka, dan bukan menggosoknya, lalu berikan pelembap.
 
Strategi lain untuk menghentikan pawai atopik adalah memberi paparan awal pada kacang. Berikan asupan kacang tanah pada anak berisiko tinggi eksem pada usia 4-6 bulan. Hal ini dapat menurunkan peluang terkena alergi kacang hingga 74 persen karena tubuh mengembangkan toleransi pada alergen.
 
Namun diskusikan pada dokter anak, sebab bayi dengan alergi parah atau riwayat keluarga dengan kondisi ini perlu berkonsultasi dengan ahli alergi.
 
Studi lainnya mengoleskan pelembap kaya emolien seperti Vaseline atau minyak biji bunga matahari dapat mengurangi risiko eksem hingga 50 persen. Gunakan pelembap pada bayi dengan risiko tinggi sejak lahir hingga 6 bulan untuk mencegah atau menunda eksem.

Perawatan eksem untuk bayi dan anak-anak

Selain menggunakan pelembap, membatasi paparan terhadap pemicu iritasi seperti asap bekas dan detergen beraroma, penggunaan krim hidrokortison atau kotikosteroid disarankan untuk menghentikan gatal dan ruam jika anak mengalami kekambuhan parah.
 
Menjaga kelembapan kulit bayi juga membantu bayinya menghindari eksem. "Tangani eksem lebih awal dan kenalkan alergen seperti kacang lebih awal dan jangan ragu untuk proaktif," kata Lio.
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif