Perawatan untuk Penyandang HIV/AIDS

Dhaifurrakhman Abas 04 Desember 2018 14:44 WIB
hiv/aids
Perawatan untuk Penyandang HIV/AIDS
Para penderita HIV bisa mengikuti beberapa kegiatan yang bisa meningkatkan daya tahan tubuh. (Foto: Jacob Postuma/Unsplash.com)
Jakarta: Dunia dibuat geger. Kala itu, pada medio 1981, media arus utama The New York Times merilis berita bertajuk penyakit kanker misterius, langka dan berbahaya.

"RARE CANCER SEEN IN 41 HOMOSEXUALS."

Penyebabnya tak diketahui. Korban yang terserang penyakit kebanyakan mengalami Kaposi Sacroma. Membuat jaringan kulit penderita berubah berwarna. Merah keuunguan.


Belakangan, para tim medis dari New York dan San Fransisco mengaitkan penyakit tersebut dengan penyakit homosexual. 8 orang dari 40 satu pria homosexual yang mengidap penyakit tersebut dikabarkan meninggal dunia.

Yang bikin geger, kematian terjadi begitu cepat. Tak lebih dalam hitungan 24 bulan setelah diagnosis dokter.

Gayung bersambut. Penyakit misterius kini karib disebut Human Immunodeficiency Virus (HIV). Saat ini, boleh dikata, penyakit yang dulunya misterius tersebut sudah tak semenakutan seperti dulu.

Angka kematian bisa dicegah, dengan obat-obatan yang bisa meningkatkan daya tahan tubuh korban. Obat juga berhasil menekan perkembangan virus di dalam tubuh. Meski bukan membunuhnya.

Meski begitu, para penderita HIV bisa mengikuti beberapa kegiatan yang bisa meningkatkan daya tahan tubuh selai mengonsumsi obat. Berikut terapi alternatif yang cocok buat penderita HIV dikutip Times of India.


(Banyak penelitian mengatakan yoga membantu tubuh mendapatkan rileksasi dan keseimbangan tubuh. Foto: Jared Rice/Unsplash.com)

(Baca juga: Terapi HIV/AIDS Antisipasi Risiko Alergi terhadap Obat ARV)

1. Yoga
Yoga merupakan olah raga yang baik buat manusia. Selain praktis, gerakan yoga ampuh mengurangi rasa sakit dan stres.

Banyak penelitian mengatakan yoga membantu tubuh mendapatkan rileksasi dan keseimbangan tubuh. Hal ini baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh, serta mengurangi risiko depresi yang rentan dirasakan penderita HIV/AIDS.

2. Herbal
Yang menjadi HIV mengerikan adalah serangan sekunder yang ditimbulkan. Penyakit itu bisa menyerang bagian tubuh manapun, seperti sistem pencernaan maupun organ pembentuk sel darah merah (ekskreksi) dan komplikasi lainnya.

Beberapa makanan atau minuman herbal terbukti baik dikonsumsi buat tubuh dan mengurangi serangan sekunder yang ditimbulkan HIV/AIDS. Misal, estrak tumbuhan onak dan jamur yang bisa meningkatkan fungsi hati dan meingkatkan imun.

3. Terapi Hipnosis
Banyak penderita HIV/AIDS mengalami depresi dan stres kronik. Tak semua penderita mampu berpikir jernih. Akibatnya, mereka meredam rasa stres dengan cara mengonsumsi minuman keras dan obat terlarang.

Tentu hal ini amat disayangkan. Sebab zat tadi justru merusak tubuh dan menurunkan sistem imun secara drastis. Ketimbang mengonsumsi zat adiktif tadi, Anda bisa mencoba terapi hipnosis, membantu meringankan kegelisahan dan mengurangi stres.





(TIN)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id