Sekjen Kemenkes dan Kepala Perwakilan UNICEF di Indonesia menandatangani perjanjian kerja sama untuk melakukan pengadaan vaksin dengan harga terjangkau. (Foto: Dok. Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI)
Sekjen Kemenkes dan Kepala Perwakilan UNICEF di Indonesia menandatangani perjanjian kerja sama untuk melakukan pengadaan vaksin dengan harga terjangkau. (Foto: Dok. Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI)

Kemenkes-UNICEF Kerja Sama Pengadaan Vaksin Covid-19 Harga Terjangkau

Rona kesehatan kemenkes
Sunnaholomi Halakrispen • 16 September 2020 14:27
Jakarta: Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kepala Perwakilan UNICEF di Indonesia menandatangani perjanjian kerja sama (MoU). Hal ini memungkinkan untuk melakukan pengadaan vaksin dengan harga terjangkau.
 
Dalam laporan yang disampaikan Sekretaris Jenderal Kemenkes RI Oscar Primadi, MoU yang ditandatangani hari ini untuk memperbaharui MoU sebelumnya dengan UNICEF tahun 2004. 
 
MoU tersebut mengatur proses pengadaan barang dan jasa melalui UNICEF, mulai dari proses pengajuan, pembayaran, sampai pengiriman, sehingga diharapkan dapat memperlancar pemberian produk kesehatan esensial untuk masyarakat Indonesia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pengadaan dan pembelian vaksin akan dilakukan melalui Supply Division UNICEF yang berkedudukan di Copenhagen, Denmark.
 
Melalui divisi tersebut, UNICEF dimungkinkan untuk melakukan pemesanan vaksin dengan jumlah yang besar dengan harga yang lebih rendah, sehingga akan terjadi penghematan yang signifikan. 
 
"Kemitraan ini akan memungkinkan Indonesia membeli vaksin baru seperti pneumococcal conjugate vaksin (PCV) dengan harga 1/3 dari harga pasar saat ini. Jika diukur secara nasional, hal ini dapat mencegah hampir 10.000 kematian anak setiap tahun," ujar Perwakilan UNICEF Indonesia Debora Comini di Auditorium Siwabessy, Kemenkes, Jakarta Selatan. 
 
Comini memaparkan bahwa kesepakatan ini dilatarbelakangi oleh pandemi covid-19. Kasus terkonfirmasi yang terus meningkat serta menempatkan negara dengan jumlah kematian tertinggi di Asia Tenggara, maka penting bagi Indonesia untuk mendapatkan kemudahan akses terhadap obat-obatan dan vaksin baru. 
 
Ia menilai ke depan, banyak negara yang berupaya keras memenuhi kebutuhan vaksin dan obat di wilayahnya. Maka, melalui perjanjian kerja sama ini, ia menyakini Indonesia akan mendapatkan banyak keuntungan termasuk penurunan harga vaksin dan obat serta menjalin kerja sama pengembangan vaksin antara produsen dalam negeri Indonesia (Biofarma) dan UNICEF.
 
 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif