Ilustrasi- Pexels
Ilustrasi- Pexels

Pentingnya Vaksin Influenza Tahunan

Rona wisatawan influenza
Kumara Anggita • 25 November 2019 15:54
Jakarta: Influenza kerap dianggap sebagai penyakit ringan. Padahal bila dibiarkan penyakit ini bisa mematikan.
 
Data World Health Organization (WHO) menunjukkan bahwa sekitar lima hingga sepuluh persen orang dewasa dan 20 hingga 30 persen anak-anak terkena influenza setiap tahunnya. Serta sekitar 290.000 hingga 650.000 orang meninggal dunia karena influenza.
 
Orang yang berisiko tinggi terkena penyakit influenza adalah individu lanjut usia, tenaga kesehatan, penderita penyakit kronis, penderita penyakit kardovaskuler, dan traveller.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Karena itu, Ketua Indonesia Influenza Founfation (IIF) Prof. dr. Cissy B. Kartasasmita SpA(K), PhD., menekankan pentingnya peran berbagai pihak di seluruh dunia. Tepatnya dalam mengatasi epifemi influenza.
 
"World Flu Day 2019 adalah momen tepat untuk memperkuat upaya pencegahan dan penularan penyakit influenza. Upaya ini tentunya lebih optimal jika dilakukan secara bahu-membahu antara tenaga kesehatan, pemerintah, pihak swasta, hingga masyarakat. Kita bisa memulainya dengan menjalankan gaya hidup sehat yang dapat meminimalkan penyebaran virus - misalnya mencuci tangan dan menutup mulut serta hidung ketika bersin," ujar Prof dr. Cissy di Jakarta, Senin, 25 November 2019.
 
Selain gaya hidup, WHO juga merekomendasikan vaksinasi influenza tahunan sebagai cara paling efektif untuk mencegah influenza.
 
"Influenza adalah penyakit menular yang paling umum diderita oleh para wisatawan mancanegara dan bisa dicegah dengan vaksin. Vaksinasi influenza merupakan cara yang efektif untuk mencegah infeksi virus influenza," lanjutnya.
 
Prof. Dr. dr. Iris Rengganis, SpPD, K-AI, FINASIM., Ketua Perhimpunan Alergi-Imunologi Indonesia, menekankan Anda untuk melakukan vaksinasi influenza tahunan.
 
"Secara medis, respons imunitas tubuh terhadap vaskinasi menurun seiring waktu, sehingga vaksinasi influenza harus dilakukan setahun sekali untuk proteksi yang lebih optimal. Selain itu, strain virus influenza yang dominan menyebar di seluruh dunia berubah setiap tahunnya sehingga formula vaksin flu harus disesuaikan setiap tahun," paparnya.
 
Sementara itu, menurut dr. Dhani Arifandi, Head of Medical Sanofi Pasteur Indonesia, influenza adalah 'virus pintar'. Dia bisa berubah setiap tahun untuk menyerang sistem kekebalan tubuh.
 
"Vaksinasi merupakan investasi kesehatan di masa depan. Semua orang, termasuk yang sehat pun, berisiko terkena influenza," ujar dr. Dhani.
 
"Oleh karena itu, kami pun bermitra dengan Kementerian Kesehatan, Indonesia Influenza Foundation, dan Perhimpunan Alergi Imunologi Indonesia untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya vaksin influenza. Khususnya menjelang musim liburan akhir tahun. Kami berharap, masyarakat dapat melakukan pencegahan melalui vaksinasi influenza sehingga dapat menjalani hidup yang bermakna," jelasnya.
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif