WISATA
Tren Kirim Oleh-oleh Semakin Populer di Kalangan Wisatawan
Elang Riki Yanuar
Senin 01 Juni 2026 / 20:00
- Wisatawan kini makin sering mengirim oleh-oleh ke kota asal untuk menghindari bagasi berlebih dan perjalanan yang merepotkan.
- Tren kirim barang dari destinasi wisata seperti Bali meningkat seiring tingginya mobilitas wisatawan domestik dan mancanegara.
- Layanan pengiriman barang tak hanya memudahkan wisatawan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru di kawasan wisata.
Jakarta: Membawa pulang oleh-oleh setelah berlibur sudah menjadi kebiasaan banyak wisatawan Indonesia. Namun, semakin banyak barang yang dibeli sering kali berujung pada persoalan baru, mulai dari koper yang kelebihan muatan, biaya bagasi tambahan, hingga kerepotan membawa barang selama perjalanan pulang.
Kondisi tersebut kini mendorong semakin banyak wisatawan untuk memanfaatkan layanan pengiriman barang sebagai solusi praktis. Tren ini terlihat jelas di destinasi wisata populer seperti Bali yang setiap tahunnya menjadi tujuan jutaan wisatawan domestik dan mancanegara.
Bagi sebagian pelancong, mengirim barang langsung ke kota asal dianggap lebih nyaman dibanding harus membawa seluruh oleh-oleh ke dalam pesawat. Selain mengurangi beban perjalanan, cara ini juga membantu wisatawan menikmati liburan tanpa khawatir soal kapasitas bagasi.
Muhammad Ekhsan, pelaku usaha layanan pengiriman di Bali, mengungkapkan bahwa permintaan pengiriman barang dari wisatawan meningkat signifikan saat musim liburan maupun akhir pekan panjang. Menurutnya, kebutuhan ini terus berulang seiring tingginya mobilitas wisatawan yang datang ke Pulau Dewata.
“Saat musim liburan atau long weekend, permintaan pengiriman meningkat signifikan. Banyak wisatawan memilih kirim barang seperti oleh-oleh atau pakaian liburan karena lebih praktis dan hemat. Sebagai contoh, tarif pengiriman Lion Parcel rute Denpasar–Jakarta mulai dari Rp7.000-37.000 per kilogram, tergantung layanan pengiriman yang dipilih. Dari situ saya melihat kebutuhan logistik di kawasan wisata memang sangat besar dan terus berulang. Destinasi pengiriman wisatawan domestik pun beragam, termasuk Medan dan Makassar sebagai dua kota destinasi tertinggi,” ujar Muhammad Ekhsan.
Tidak hanya wisatawan domestik, wisatawan mancanegara juga mulai memanfaatkan layanan serupa. Banyak turis yang menghabiskan waktu cukup lama di Bali memilih mengirim berbagai produk khas daerah tersebut kepada keluarga atau kerabat di negara asal mereka.

Produk yang dikirim pun beragam, mulai dari kerajinan tangan, aksesori, produk fesyen, hingga suplemen lokal. Kebiasaan ini menunjukkan bahwa layanan pengiriman kini menjadi bagian dari pengalaman wisata yang semakin dibutuhkan.
“Banyak turis asing yang tinggal cukup lama di Bali lalu mengirimkan produk lokal ke keluarga atau teman di negara asalnya, biasanya kirim ke Australia, Malaysia, Singapura. Customer juga memberikan testimoni positif, baik domestik maupun internasional, kirimannya cepat dan aman katanya,” jelas Ekhsan.
Pengamat industri logistik menilai kebutuhan pengiriman barang di kawasan wisata akan terus meningkat. Tren belanja oleh-oleh yang tetap tinggi, ditambah kemudahan akses layanan pengiriman, membuat wisatawan memiliki lebih banyak pilihan untuk mengatur barang bawaan mereka.
Di sisi lain, perkembangan layanan logistik juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat. Kehadiran agen dan titik layanan pengiriman di berbagai kawasan wisata membuka peluang usaha baru yang tumbuh seiring meningkatnya kebutuhan wisatawan.
Chief Retail Officer Lion Parcel, Febri Andika, mengatakan bahwa logistik kini semakin dekat dengan aktivitas masyarakat sehari-hari, termasuk saat berwisata. Menurutnya, tingginya mobilitas wisatawan turut menciptakan kebutuhan pengiriman yang terus berkembang.
“Mobilitas wisatawan yang tinggi turut menciptakan kebutuhan pengiriman yang terus meningkat. Kami melihat hal ini bukan hanya menjadi peluang untuk menghadirkan layanan yang memudahkan pelanggan, tetapi juga membuka peluang usaha bagi masyarakat melalui kemitraan agen Lion Parcel,” ujar Febri.
Ia menambahkan bahwa akses layanan pengiriman yang mudah dapat membantu wisatawan menikmati perjalanan dengan lebih nyaman tanpa harus direpotkan oleh barang bawaan berlebih. Di saat yang sama, keberadaan jaringan layanan di daerah wisata juga ikut mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
“Di sisi lain, keberadaan agen juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat. Melalui kemitraan ini, Lion Parcel mendorong tumbuhnya usaha lokal yang dapat berkembang seiring meningkatnya kebutuhan pengiriman, khususnya di wilayah dengan aktivitas pariwisata yang tinggi,” jelas Febri.
Dengan semakin tingginya mobilitas wisatawan dan tren belanja oleh-oleh yang terus berkembang, layanan pengiriman barang diperkirakan akan menjadi bagian penting dari ekosistem pariwisata Indonesia. Solusi ini tidak hanya membantu wisatawan bepergian dengan lebih praktis, tetapi juga mendukung aktivitas ekonomi yang tumbuh di sekitar destinasi wisata.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(ELG)
Kondisi tersebut kini mendorong semakin banyak wisatawan untuk memanfaatkan layanan pengiriman barang sebagai solusi praktis. Tren ini terlihat jelas di destinasi wisata populer seperti Bali yang setiap tahunnya menjadi tujuan jutaan wisatawan domestik dan mancanegara.
Bagi sebagian pelancong, mengirim barang langsung ke kota asal dianggap lebih nyaman dibanding harus membawa seluruh oleh-oleh ke dalam pesawat. Selain mengurangi beban perjalanan, cara ini juga membantu wisatawan menikmati liburan tanpa khawatir soal kapasitas bagasi.
Muhammad Ekhsan, pelaku usaha layanan pengiriman di Bali, mengungkapkan bahwa permintaan pengiriman barang dari wisatawan meningkat signifikan saat musim liburan maupun akhir pekan panjang. Menurutnya, kebutuhan ini terus berulang seiring tingginya mobilitas wisatawan yang datang ke Pulau Dewata.
“Saat musim liburan atau long weekend, permintaan pengiriman meningkat signifikan. Banyak wisatawan memilih kirim barang seperti oleh-oleh atau pakaian liburan karena lebih praktis dan hemat. Sebagai contoh, tarif pengiriman Lion Parcel rute Denpasar–Jakarta mulai dari Rp7.000-37.000 per kilogram, tergantung layanan pengiriman yang dipilih. Dari situ saya melihat kebutuhan logistik di kawasan wisata memang sangat besar dan terus berulang. Destinasi pengiriman wisatawan domestik pun beragam, termasuk Medan dan Makassar sebagai dua kota destinasi tertinggi,” ujar Muhammad Ekhsan.
Tidak hanya wisatawan domestik, wisatawan mancanegara juga mulai memanfaatkan layanan serupa. Banyak turis yang menghabiskan waktu cukup lama di Bali memilih mengirim berbagai produk khas daerah tersebut kepada keluarga atau kerabat di negara asal mereka.

Produk yang dikirim pun beragam, mulai dari kerajinan tangan, aksesori, produk fesyen, hingga suplemen lokal. Kebiasaan ini menunjukkan bahwa layanan pengiriman kini menjadi bagian dari pengalaman wisata yang semakin dibutuhkan.
“Banyak turis asing yang tinggal cukup lama di Bali lalu mengirimkan produk lokal ke keluarga atau teman di negara asalnya, biasanya kirim ke Australia, Malaysia, Singapura. Customer juga memberikan testimoni positif, baik domestik maupun internasional, kirimannya cepat dan aman katanya,” jelas Ekhsan.
Pengamat industri logistik menilai kebutuhan pengiriman barang di kawasan wisata akan terus meningkat. Tren belanja oleh-oleh yang tetap tinggi, ditambah kemudahan akses layanan pengiriman, membuat wisatawan memiliki lebih banyak pilihan untuk mengatur barang bawaan mereka.
Di sisi lain, perkembangan layanan logistik juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat. Kehadiran agen dan titik layanan pengiriman di berbagai kawasan wisata membuka peluang usaha baru yang tumbuh seiring meningkatnya kebutuhan wisatawan.
Chief Retail Officer Lion Parcel, Febri Andika, mengatakan bahwa logistik kini semakin dekat dengan aktivitas masyarakat sehari-hari, termasuk saat berwisata. Menurutnya, tingginya mobilitas wisatawan turut menciptakan kebutuhan pengiriman yang terus berkembang.
“Mobilitas wisatawan yang tinggi turut menciptakan kebutuhan pengiriman yang terus meningkat. Kami melihat hal ini bukan hanya menjadi peluang untuk menghadirkan layanan yang memudahkan pelanggan, tetapi juga membuka peluang usaha bagi masyarakat melalui kemitraan agen Lion Parcel,” ujar Febri.
Ia menambahkan bahwa akses layanan pengiriman yang mudah dapat membantu wisatawan menikmati perjalanan dengan lebih nyaman tanpa harus direpotkan oleh barang bawaan berlebih. Di saat yang sama, keberadaan jaringan layanan di daerah wisata juga ikut mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
“Di sisi lain, keberadaan agen juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat. Melalui kemitraan ini, Lion Parcel mendorong tumbuhnya usaha lokal yang dapat berkembang seiring meningkatnya kebutuhan pengiriman, khususnya di wilayah dengan aktivitas pariwisata yang tinggi,” jelas Febri.
Dengan semakin tingginya mobilitas wisatawan dan tren belanja oleh-oleh yang terus berkembang, layanan pengiriman barang diperkirakan akan menjadi bagian penting dari ekosistem pariwisata Indonesia. Solusi ini tidak hanya membantu wisatawan bepergian dengan lebih praktis, tetapi juga mendukung aktivitas ekonomi yang tumbuh di sekitar destinasi wisata.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)