Bernadya (Foto: Medcom/Shindu)
Bernadya (Foto: Medcom/Shindu)

Bernadya Terinspirasi Audy Item saat Garap Album Kedua Semoga Hanya di Mimpi

Agustinus Shindu Alpito • 17 Juni 2026 19:48
Ringkasnya gini..
  • Bernadya mengaku banyak mendengarkan Audy saat menggarap album Semoga Hanya di Mimpi yang akan dirilis pada 24 Juni 2026.
  • Musik pop Indonesia era 2000-an, termasuk album 18 milik Audy, menjadi referensi penting dalam proses kreatif Bernadya.
  • Album kedua Bernadya menghadirkan lagu-lagu yang lebih sederhana dan emosional dengan dukungan sejumlah produser ternama.
Jakarta: Penyanyi dan penulis lagu Bernadya mengungkap salah satu inspirasi utama di balik album terbarunya, Semoga Hanya di Mimpi, yang akan dirilis pada 24 Juni ini. Di tengah pencarian arah musikal untuk album penuh keduanya, Bernadya mengaku banyak mendengarkan musik pop Indonesia era 2000-an, termasuk karya-karya Audy.
 
Dalam sesi dengar terbatas album tersebut, Bernadya mengatakan ketertarikannya pada musik awal 2000-an bukan semata-mata karena faktor nostalgia, melainkan karena kesederhanaan dan kejujuran yang ia temukan dalam lagu-lagu pada periode tersebut.
 
"Kayaknya aku ingin musik yang enggak neko-neko, straight to the point, yang kayak memang for a reason gitu loh. Progresinya, liriknya, jadi enggak terlalu banyak show off kunci-kunci yang gimana-gimana gitu. Semuanya basic aja," kata Bernadya.
 
Saat ditanya sosok yang menjadi referensi utamanya, Bernadya secara khusus menyebut Audy. Ia mengaku cukup intens mendengarkan karya penyanyi tersebut selama proses pengerjaan album.

"Kalau aku pribadi sampai kepikiran untuk nulis ini karena aku lagi sering-seringnya dengerin Audy di era itu," ujarnya.
 
Nama Audy memang identik dengan gelombang pop Indonesia awal 2000-an yang melahirkan sejumlah lagu populer. Salah satu karya yang disebut dalam diskusi tersebut adalah album 18, yang menjadi bagian dari referensi musikal Bernadya.
 
Menurut Bernadya, musik pada era tersebut memiliki karakter yang berbeda dibandingkan tren produksi musik masa kini. Ia melihat banyak musisi saat itu lebih berani bereksperimen dengan bunyi, namun tetap mengedepankan kekuatan lagu sebagai fondasi utama.
 
"Menurut aku 2000-an lebih playful aja," kata Bernadya.
 
Pengaruh tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam Semoga Hanya di Mimpi, album yang menurut Bernadya berusaha menghadirkan lagu-lagu yang lebih langsung, sederhana, dan fokus pada penyampaian emosi.
 
Dalam proses pengerjaan album, selain kembali bekerja sama dengan Rendy Pandugo, Bernadya juga menggandeng Enrico Octaviano, Petra Sihombing, Vega Antares sebagai produser. Musisi dan penulis lagu Baskara Putra turut terlibat dalam penulisan lagu berjudul "Laut yang Tenang", sementara band Perunggu berkontribusi dalam lagu "Peluk Aku Sekarang!"
 

 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ASA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA