Psikolog Klinis, Bianglala Andriadewi S.Psi., M.Psi., Psikolog menjelaskan perbedaannya dan dampak dari berbelas kasih dengan mengasihani diri sendiri. (Foto: Pexels.com)
Psikolog Klinis, Bianglala Andriadewi S.Psi., M.Psi., Psikolog menjelaskan perbedaannya dan dampak dari berbelas kasih dengan mengasihani diri sendiri. (Foto: Pexels.com)

Sama atau Beda, Mengasihani Diri Sendiri dengan Berbelas Kasih

Rona psikologi kesehatan mental
Kumara Anggita • 12 April 2020 18:11
Jakarta: Ketika berada dalam keterpurukan, ada dua jalan yang biasa diambil orang yaitu berbelas kasih pada diri sendiri atau mengasihani diri. Dua hal ini tentunya berbeda dan banyak orang tidak menyadari perbedaan tersebut. 
 
Psikolog Klinis, Bianglala Andriadewi S.Psi., M.Psi., Psikolog dari Ibunda.id membagikan perbedaannya dan dampak dari setiap pilihan dalam kehidupan. Berikut penjelasannya dari Psikolog Klinis, Bianglala.

1. Lebih terbuka

Ketika melakukan hal buruk, seseorang terbuka dan menerima kejadian tersebut. Ini adalah konsep dari berbelas kasih pada diri sendiri. Keterbukaan itu membuat orang jadi bisa belajar dari kesalahan itu.

2. Mendapatkan pemahaman

Berbelas kasih membuat orang jadi bisa memahami kondisi dan penyebab tindakan. Tentunya hal ini juga bisa membuat orang jadi belajar dan bisa melakukan suatu perubahan. 

3. Menjadi lebih bijaksana

Berbelas kasih pada diri sendiri artinya bisa menjadi bijaksana mengakui bahwa, ada hal yang bisa Anda kendalikan dan ada yang tidak bisa Anda kendalikan. Hal ini bisa mampu mengurangi banyak ketegangan dalam kehidupan Anda. 

4. Bertanggung jawab

Berbelas kasih pada diri sendiri adalah upaya secara aktif di mana Anda berfokus pada mengambil tanggung jawab dan memperbaiki kesalahan. Bertanggung jawab adalah suatu bentuk kepedulian seseorang bahwa dia ingin berkembang.

5. Tenggelam dalam masalah

Mengasihini diri berbeda sekali dengan berbelas kasih. Mengasihani diri membuat orang cenderung tenggelam dalam masalah diri sendiri dan melupakan bahwa orang lain memiliki masalah juga. 

6. Egosentris

Mengasihani diri sendiri adalah tindakan yang egosientris di mana seseorang hanya berfokus pada dirinya sendiri. Akhirnya, dia membesar-besarkan penderitaannya. 
 
Untuk itu, menurut Psikolog Bianglala Anda sebagai manusia harus menyadari bahwa Anda hanya manusia yang tidak lepas dari kekurangan dan jujur terhadap kekurangan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berikan diri ruang dan waktu untuk berpikir dan menimbang diri Anda sendiri. Atau jika dipelrukan Anda bisa berkonsultasi pada psikolog.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

(TIN)


social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif