Penderita diabetes berisiko rendah dapat berpuasa dengan aman, sedangkan mereka yang berisiko sedang hingga tinggi diabetes disarankan untuk tidak ikut berpuasa. (Foto Ilustrasi: Icons8/Unsplash)
Penderita diabetes berisiko rendah dapat berpuasa dengan aman, sedangkan mereka yang berisiko sedang hingga tinggi diabetes disarankan untuk tidak ikut berpuasa. (Foto Ilustrasi: Icons8/Unsplash)

Puasa Aman untuk Penderita Diabetes Tipe 2

Rona diabetes tips ramadan
Torie Natalova • 12 Mei 2019 15:38
Penderita diabetes tipe 2 dahulu disebut diabetes melitus. Mereka tidak tergantung insulin. Tipe ini merupakan kelainan metabolik yang ditandai dengan kadar glukosa darah yang tinggi dalam konteks resistensi insulin dan defisiensi insulin relatif.
 
Jakarta: Penderita diabetes harus hati-hati menjalankan ibadah puasa. Diabetes tipe 2 terjadi ketika tubuh menjadi resisten terhadap aksi insulin atau kehilangan kapasitas untuk memproduksi insulin yang cukup dari pankreas. Insulin menjaga kadar glukosa darah tubuh tetap stabil.
 
Selama puasa Ramadan, kebanyakan orang makan dua kali sehari yaitu saat matahari terbenam dan sebelum matahari terbit. Ini bisa menimbulkan risiko pada penderita diabetes tipe 2, terutama mereka yang menggunakan insulin atau obat diabetes oral tertentu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Puasa siang hari dapat meningkatkan kadar glukosa darah rendah pada orang yang biasanya menggunakan insulin atau obat penurun glukosa darah lainnya. Sebaliknya, makan malam untuk berbuka puasa seringkali terdiri dari makanan kaya kalori dalam jumlah besar dan dalam waktu yang relatif singkat.
 
Kondisi ini dapat membuat penderita diabetes berisiko mengalami kadar glukosa darah yang tinggi dalam semalam saja. Kelalaian atau perubahan waktu pemberian obat juga dapat menyebabkan ketidakstabilan kadar glukosa darah.
 
Kadar glukosa darah yang rendah dapat menyebabkan keringatan, kegoncangan, dan kebingungan. Dan jika parah, kondisi ini dapat menyebabkan kejang, koma, atau bahkan kematian.
 
Kadar glukosa darah yang tinggi membuat orang merasa lelah dan umumnya tidak sehat juga menyebabkan dehidrasi yang buruk. Tingkat glukosa darah yang sangat tinggi merupakan kondisi darurat medis yang butuh penanganan cepat.
 
Mereka yang menderita diabetes tipe 2 dan tidak menggunakan insulin atau obat oral tertentu dapat berpuasa dengan aman selama Ramadan. Namun, karena pola makan, gaya hidup dan penggunaan obat-obatan adalah faktor kunci dalam mempertahankan glukosa darah tetap stabil, banyak orang yang menganggap penderita diabetes tidak diwajibkan puasa.
 
Penderita diabetes berisiko rendah dapat berpuasa dengan aman, sedangkan mereka yang berisiko sedang hingga tinggi diabetes disarankan untuk tidak ikut berpuasa. Mereka yang memilih untuk berpuasa, diskusikan tentang pemantauan glukosa, nutrisi, olahraga dan perubahan obat untuk memastikan mereka dapat berpuasa dengan aman.
 
Peran Keluarga dalam Menangkal Diabetes

 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif