Apakah Psoriasis karena Faktor Keturunan?
Biasanya faktor keturunan memengaruhi keturunannya untuk mengalami psoriasis dalam persentase yang kecil. (Foto: Ali Marel/Unsplash.com)
Jakarta: Psoriasis atau penyakit kulit autoimun yang menyebabkan penebalan kulit, kemerahan, serta gatal dan pedih yang tidak nyaman di beberapa bagian tubuh umumnya terjadi pada orang dewasa. Namun ternyata, anak-anak atau bahkan bayi pun bisa mengalami penyakit psoriasis ini. 

“Jadi memang psoriasis itu dibagi menjadi dua, yaitu yang penderitanya berusia di bawah 20 tahun dan yang penderitanya di atas usia 20 tahun," ujar dr. Endi Novianto, SpKK, FINSDV, FAADV, selaku ketua Kelompok Studi Psoriasis Indonesia (KSPI), dalam acara peringatan World Psoriasis Day 2018, di RSCM Jakarta Pusat, Kamis, 1 November 2018 lalu. 

(Baca juga: Mengenal Lebih Jauh Psoriasis)

"Kalau penderitanya berusia di bawah 20 tahun, kemungkinan bisa terjadi karena adanya faktor keturunan tetapi memang ini tidak 100 persen.” 

Biasanya faktor keturunan memengaruhi keturunannya untuk mengalami psoriasis dalam persentase yang kecil. 

“Kalau orang tuanya ada yang mengalami psoriasis biasanya kemungkinan anaknya mengalami psoriasis juga hanya sebesar 25 persen. Sehingga mungkin muncul dan mungkin juga tidak. Tetapi memang yang paling banyak mengalami psoriasis itu di atas usia 40 tahun,” ujar dr. Endi. 

Untuk membedakan ruam pada bayi dengan psoriasis cukup mudah.

“Kalau psoriasis ciri khasnya itu kulit berwarna kemerahan dan biasanya kulit bersisik tebal, tetapi kalau ruam biasa tidak bersisik tebal dan biasanya terjadi di pipi kiri dan kanan. Kalau psoriasis kan terjadinya di kulit kepala, siku, lutut, wajah, tangan, dan kaki,” jelas dr. Endi.



(TIN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id