Menurut Psikolog Klinis, Ilham Anggi Putra, M.Psi., Psikolog mengatakan bahwa adiksi sendiri memiliki tiga level. Berikut selengkapnya. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexelx.com)
Menurut Psikolog Klinis, Ilham Anggi Putra, M.Psi., Psikolog mengatakan bahwa adiksi sendiri memiliki tiga level. Berikut selengkapnya. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexelx.com)

Cara Mengatasi Adiksi Terhadap Sesuatu

Rona psikologi
Kumara Anggita • 25 Maret 2019 12:18
Adiksi adalah kecanduan atau ketergantungan secara fisik dan mental terhadap sesuatu. Menurut Psikolog Klinis, Ilham Anggi Putra, M.Psi., Psikolog mengatakan bahwa adiksi sendiri memiliki tiga level yaitu ringan, sedang, dan berat. Dan bila Anda sudah pada level sedang dan berat, sebaiknya langsung berkonsultasi ke tenaga profesional untuk mendapatkan bantuan.
 

 
Jakarta:
Adiksi adakah situasi di mana seseorang sangat bergantung baik secara fisik maupun mental terhadap suatu hal. Misalnya, rokok, pornografi, komik, berbelanja, dan lainnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Walaupun hal-hal tersebut memberikan kesenangan, Anda tahu di kemudian hari situasi ini akan membawa Anda pada petaka.
 
Oleh karena itu, bila Anda ingin menghilangkan adiksi tersebut, Anda bisa mengikuti cara-cara seperti yang diutarakan oleh Psikolog Klinis, Ilham Anggi Putra, M.Psi., Psikolog.
 
Ia mengatakan bahwa adiksi sendiri memiliki tiga level yaitu ringan, sedang, dan berat.
 
Bila Anda sudah pada level sedang dan berat, Anda bisa langsung berkonsultasi ke tenaga profesional untuk mendapatkan bantuan.
 
“Pada dasarnya apabila Anda sudah didiagnosa adiksi, Anda perlu datang ke profesional untuk mendapatkan bantuan yang tepat, seperti terapi CBT, ACT, dan sebagainya,” tuturnya pada Medcom.id di Jakarta.
 
Namun apabila Anda belum mendapatkan bantuan secara profesional, Anda dapat mencoba beberapa hal berikut.
 
(Baca juga: Rasa Percaya Diri Berubah Seiring Bertambahnya Usia)
 
Cara Mengatasi Adiksi Terhadap Sesuatu
(Tak ada salahnya Anda memberikan penghargaan terhadap diri Anda sendiri jika adiksi Anda telah menurun, seiring dengan berjalannya waktu. Foto: Pexels.com)

1. Tidak menyalahkan diri sendiri

Anda tidak boleh menyalahkan diri sendiri atas adiksi yang Anda alami. Menyalahkan diri sendiri akan membuat rasa berharga dalam diri semakin menurun dan semakin sulit untuk melepaskan diri dari aktivitas tersebut.
 
“Jangan sampai Anda melakukan self-blaming, karena semakin Anda menyalahkan diri akan membuat self-esteem Anda semakin rendah. Salah satu akar adiksi adalah self-steem yang rendah. Kondisi tersebut membuat Anda semakin sulit untuk lepas dari siklus adiksi yang dialami,” tuturnya.

2. Evaluasi

Hal kedua yang bisa Anda lakukan adalah mengevaluasi diri. Anda bisa melihat sejauh mana usaha Anda, keberhasilan Anda, serta kendala Anda
 
“Coba lihat lagi keberhasilan apa yang sudah dilakukan. Potensi apa yang Anda miliki yang bisa membantu, apa kekurangan dan kelebihannya,” tuturnya.

3. Lakukan secara bertahap

Selanjutnya, Anda bisa melakukannya secara bertahap dan konsisten. Langkah esktrem justru dapat memperburuk keadaan.
 
“Untuk yang ingin setop, jangan lakukan secara ekstrem tapi dengan cara yang konsisten, karena akan lebih baik turun sedikit-sedikit daripada ekstrem karena fase kambuhnya akan mungkin terulang,” tuturnya.

4. Interaksi dengan orang lain

Anda juga sebaiknya berinteraksi dengan orang lain untuk mendapatkan perspektif baru dan melakukan kegiatan positif seperti olahraga. Hal ini bisa meningkatkan rasa percaya diri Anda.
 
“Karena akarnya adalah self-esteem yang rendah itu bisa juga dilakukan dengan bersosialisasi dengan orang lain sehingga Anda merasa berharga. Perilaku adiksi itu bisa ter-distract karena ada kegiatan yang bisa dilakukan,” tuturnya.

5. Menghargai diri sendiri

Terakhir, berikan penghargaan pada diri Anda atas usaha yang telah Anda lakukan. Sebuah penghargaan bisa menjadi motivasi untuk terus melakukan suatu hal.
 
“Coba berikan reward kepada diri sendiri ketika sudah berhasil mengurangi kegiatan adiksi. Misalnya di minggu terakhir berikan reward makanan yang Anda sukai. Intinya adalah berikan reward dan apresiasi yang efektif untuk diri Anda,” tuturnya.
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif