Refleks menghisap bersama dengan refleks menelan, memastikan kelangsungan hidup bayi. (Foto: Ilustrasi. Dok. Yuri Tasso/Unsplash.com)
Refleks menghisap bersama dengan refleks menelan, memastikan kelangsungan hidup bayi. (Foto: Ilustrasi. Dok. Yuri Tasso/Unsplash.com)

Minum Dot dan Empeng Berbahaya untuk Anak?

Rona perkembangan anak
Torie Natalova • 20 Maret 2019 08:00
Penggunaan dot maupun empeng sebenarnya tidak disarankan, khususnya jika terus dilakukan hingga di atas usia dua tahun. Refleks menghisap bersama dengan refleks menelan, memastikan kelangsungan hidup bayi. Karena kemampuan tersebut, bayi dapat memberi makan dirinya sendiri dan menghisap dapat memberi mereka ketenangaan saat stres. 
 

 

Jakarta:
Saat seorang ibu tidak bisa menyusuinya secara langsung, menggunakan botol susu atau dot adalah pilihan pertamanya untuk memberikan asupan nutrisi untuk bayinya. Penggunaan dot maupun empeng sebenarnya tidak disarankan, khususnya jika terus dilakukan hingga di atas usia dua tahun.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Penggunaan dot maupun empeng dapat memberikan kenyamanan pada bayi. Rasa nyaman yang dimaksud yaitu penggunaan dot dan empeng dikaitkan dengan refleks menghisap bayi secara alami. Refleks ini muncul pada minggu ke 32 kehamilan, tetapi berkembang sepenuhnya pada minggu ke-36.
 
Refleks menghisap bersama dengan refleks menelan, memastikan kelangsungan hidup bayi. Karena kemampuan tersebut, bayi dapat memberi makan dirinya sendiri dan menghisap dapat memberi mereka ketenangaan saat stres. 
 
Itu sebabnya terkadang bayi menghisap jari-jarinya untuk menenangkan diri.
 
Refleks ini biasanya hilang saat bayi berusia sekitar enam bulan. Jika bayi tidak mendapatkan ASI secara langsung melalui payudara ibu, refleks ini juga akan membantu mereka menggunakan empeng untuk menenangkan diri dan minum dot untuk memberi makan sendiri.
 
Menggunakan dot atau empeng bisa jadi berbahaya. Ketika bayi menghisap dari botol, air susu keluar dengan sendirinya sehingga mereka lebih mudah mendapatkan susu. Puting botol diletakkan di belakang mulut yang membutuhkan koordinasi gerakan antara rahang dan lidah untuk mengeluarkan susu.
 
Minum Dot dan Empeng Berbahaya untuk Anak?
(Refleks menghisap bersama dengan refleks menelan, memastikan kelangsungan hidup bayi. Karena kemampuan tersebut, bayi dapat memberi makan dirinya sendiri dan menghisap dapat memberi mereka ketenangaan saat stres. Foto: Jens Johnsson/Unsplash.com)
 
(Baca juga: Tanda Dot Bayi Mesti Diganti)
 
Saat bayi tumbuh semakin besar, menghisap dan menelan berhenti menjadi refleks. Mereka secara bertahap menjadi tindakan sukarela karena dibutuhkan untuk mengunyah dan makan. Demikian juga perkembangan kemampuan berbicara mereka.
 
Anak yang minum susu harus mengimprovisasi pola menghisap, menelan dan bernapas untuk mengeluarkan isinya dan menelannya tanpa tersedak. Namun, menggunakan botol dot dalam jangka waktu lama dapat memiliki efek negatif pada perkembangan anak seperti:
 
1. Reorganisasi otot dapat menyebabkan anak memuntahkan dan menghirup makanan.
2. Bayi yang minum susu formula cenderung memiliki tidur yang lebih dalam, tetapi mungkin mengalami gangguan pernapasan dangkal saat tidur.
3. Dapat mengembangkan kebiasaan bernapas mulut yang dapat memicu infeksi pernapasan dan penurunan pendengaran.
4. Kerusakan lidah dan rahang menyebabkan posisi kepala dan leher yang buruk mengenai pinggang dan sumbu vertikal tubuh untuk mengkompensasi disfungsi.
5. Peningkatan risiko gigi berlubang. Gula atau makanan manis yang terdapat dalam susu formula menempel pada gigi terutama saat bayi tertidur setelah menyusu dari dot.
6. Karena tidak megembangkan otot pengunyahan dengan benar, masalah dengan fono-articulacion bahasa dapat muncul. Ini memungkinkan mereka mengalami keterlambatan perkembangan bicara.
 
Agar terhindar dari beberapa masalah di atas, ibu yang menyusui anaknya dengan dot sebaiknya tidak menjadikannya instrumen pelengkap waktu tidur karena dapat membuat mereka ketergantungan selama bertahun-tahun. 
 
Meskipun risiko ini tidak terjadi pada semua anak, kemungkinannya dapat meningkat setelah penggunaan dot dan empeng dalam waktu lama. Konsultasikan perkembangan bayi Anda dengan dokter spesialis anak di beberapa rumah sakit, seperti Rumah Sakit Royal Taruma, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo - Kencana, atau Rumah Sakit Jakarta.
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif