Para peneliti juga menemukan bahwa kadar testosteron meningkat pada pria yang telah diberi perawatan cahaya aktif . (Foto Ilustrasi: Neonbrand Unsplash.com)
Para peneliti juga menemukan bahwa kadar testosteron meningkat pada pria yang telah diberi perawatan cahaya aktif . (Foto Ilustrasi: Neonbrand Unsplash.com)

Pria Merasa Lebih Puas jika Bercinta dalam Terang

Rona seks
Anda Nurlaila • 21 Maret 2019 18:15
Jakarta: Masing-masing pasangan memiliki kebiasaan dan preferensi sendiri saat berhubungan seks. Ada yang menyukai bercinta pada malam hari, ada pula saat pagi hari.
 
Sebagian menyenangi aktivitas seks dalam keadaan gelap atau remang. Sementara yang lainnya senang bercinta dalam keadaan lampu menyala.
 
Berangkat dari apa yang dipresentasikan Perguruan Tinggi Ilmu Neuropsikofarmakologi Eropa (ECNP) di Wina, pria akan lebih puas untuk melakukan hubungan seks dalam keadaan lampu menyala.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebab, cahaya terang meningkatkan kadar testosteron dan mengarah ke kepuasan seksual yang lebih besar pada pria yang memiliki hasrat seksual rendah.
 
Hasrat seksual rendah memengaruhi sejumlah besar pria setelah melewati usia 40 tahun. Penelitian menemukan  25 persen pria melaporkan masalah hasrat seks yang menurun tergantung pada usia dan faktor lainnya.
 
Para ilmuwan sebelumnya mencatat minat seksual bervariasi sesuai musim. Hal ini mendorong gagasan bahwa tingkat cahaya berkontribusi terhadap hasrat seksual.

Baca juga: Riset Ungkap Alasan Manusia Berhubungan Seks

Sementara itu sekelompok ilmuwan dari University of Siena di Italia menguji respons seksual dan fisiologis pria terhadap cahaya terang. Mereka menemukan bahwa penggunaan kotak cahaya secara teratur saat dini hari mendorong peningkatan kadar testosteron dan tingkat kepuasan seksual.
 
Para ilmuwan dipimpin oleh Profesor Andrea Fagiolini, merekrut 38 pria yang didiagnosis dengan gangguan hasrat seksual hipoaktif atau gangguan gairah seksual. Dua kondisi ini ditandai oleh kurangnya minat seks. Setiap pria menjalani evaluasi awal untuk menentukan tingkat dasar minat dalam seks, dan tingkat testosteronnya.
 
Para peneliti kemudian membagi pria menjadi dua kelompok. Satu kelompok menerima perawatan rutin dengan kotak cahaya yang disesuaikan secara khusus. Sementara kelompok kontrol (plasebo) dirawat melalui kotak cahaya yang telah disesuaikan dengan lebih sedikit cahaya secara signifikan.
 
Kedua kelompok dirawat dini hari, dengan pengobatan berlangsung setengah jam per hari. Setelah dua minggu pengobatan atau plasebo, para peneliti menguji tingkat kepuasan seksual dan testosteron.
 
“Kami menemukan perbedaan yang cukup signifikan antara mereka yang menerima perawatan cahaya aktif, dan kontrol. Sebelum perawatan, kedua kelompok rata-rata skor kepuasan seksual sekitar 2 dari 10. Tetapi setelah perawatan, kelompok yang terpapar dengan cahaya terang kepuasan seksual sekitar 6,3, meningkat lebih dari 3 kali lipat pada skala yang kami gunakan. Sebaliknya, kelompok kontrol hanya menunjukkan skor rata-rata sekitar 2,7 setelah perawatan," kata Profesor Fagiolini seperti dikutip dari Science Daily.
 
Para peneliti juga menemukan bahwa kadar testosteron meningkat pada pria yang telah diberi perawatan cahaya aktif dari 2,1 ng/ml menjadi 3,6 ng/ml. Tingkat testosteron rata-rata pada kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan signifikan selama pengobatan, sekitar 2,3 ng / ml pada awal dan akhir percobaan.
 
Para peneliti mencatat bahwa ada beberapa kemungkinan kurangnya hasrat seksual. Pilihan terapi saat ini termasuk suntikan testosteron, antidepresan, dan obat-obatan lainnya. Para peneliti percaya bahwa terapi cahaya mungkin menawarkan manfaat pengobatan, tetapi dengan efek samping yang lebih sedikit.
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif