Ilustrasi-Freepik
Ilustrasi-Freepik

Cara Mengatasi Anemia pada Remaja

Rona makanan sehat anemia remaja
Raka Lestari • 27 Agustus 2020 09:08
Jakarta: Anemia merupakan salah satu kondisi yang cukup sering ditemui di masyarakat Indonesia. Anemia juga cukup sering ditemukan pada kelompok remaja.
 
Hal ini bisa terjadi mengingat pada umumnya, remaja masih belum memiliki kesadaran yang tinggi. Terutama mengenai zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh mereka.
 
“Di Indonesia sendiri jumlah penderita anemia masih cukup tinggi karena lebih dari 60 persen remaja tidak suka sayur. Padahal, zat besi dan asam folat itu bisa didapat dari sayur. Buah juga bisa, tetapi buah mungkin tidak sebanyak sayur dan cenderung lebih banyak gula,” ujar pengamat kesehatan dr. Reisa Broto Asmoro dalam sesi webinar: Saatnya Remaja Cegah Stunting” oleh Tanoto Foundation, Rabu, 26 Agustus 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Reisa juga menambahkan bahwa, di sekolah-sekolah biasanya ada program tablet penambah darah untuk mengurangi jumlah penderita anemia pada kelompok remaja. Biasanya pada masa remaja mengalami perubahan besar dalam hidupnya, dari anak-anak menuju ke dewasa.
 
“Pada masa remaja juga, para remaja perempuan akan mengalami menstruasi pertama. Dan menstruasi pada masa awal-awal ini biasanya tidak teratur. Kalau mereka banyak makan junk food misalnya, ini bisa membuat siklus menstruasi mereka menjadi tidak beraturan,” ujar dr. Reisa.
 
"Pola makan para remaja juga harus diperhatikan. Usahakan untuk selalu sarapan, asupan gizi pada sarapan juga harus diperhatikan. Kemudian ketika sedang berada di sekolah, jangan makan asal-asalan,” terang dr. Reisa.
 
Dan, jika remaja banyak yang kurang suka makan sayur, di sinilah peran orang tua dibutuhkan. Orang tua bisa membuat atau mengolah sayuran agar lebih enak.
 
"Indonesia ini kan makanan daerahnya sangat beragam, itu bisa dipakai. Orang tua bisa mengkreasikan agar rasa sayur lebih enak,” ujar dr. Reisa.
 
Anemia pada remaja, menurut dr. Reisa akan sangat bahaya jika dibiarkan. Berdasarkan data Global Health Survei tahun 2015, sebanyak 93 persen remaja kurang makan serat sayur dan buah.
 
(FIR)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif