FITNESS & HEALTH

Jangan Bingung Lagi! Begini Cara Menghitung Kalori Makanan

Aulia Putriningtias
Sabtu 28 Februari 2026 / 09:10
Ringkasnya gini..
  • Kebutuhan kalori orang dewasa berada di kisaran 1.600–2.800 kalori per hari.
  • Setiap makanan dan minuman mengandung kalori.
  • Kelebihannya kalori dapat disimpan sebagai lemak.
Jakarta: Sobat Medcom, kamu ingin memaksimalkan diet dengan menghitung kalori yang kamu makan? Mungkin tak sedikit dari kamu merasa sulit untuk menghitung kalori makanan. Ternyata, begini caranya!

Setiap makanan dan minuman mengandung kalori yang berfungsi sebagai sumber energi bagi tubuh. Secara umum, kebutuhan kalori orang dewasa berada di kisaran 1.600–2.800 kalori per hari, tergantung usia, jenis kelamin, dan aktivitas fisik. 

Jika jumlah kalori yang masuk melebihi kebutuhan harian, kelebihannya dapat disimpan sebagai lemak dan memicu kenaikan berat badan. Inilah yang menyebabkan berat badan bertambah dan kita biasanya membutuhkan diet.
 
Nah, untuk memaksimalkan diet kamu, bisa untuk menghitung kalori makanan dengan mudah. Dilansir dalam beberapa sumber, inilah cara menghitung kalori makanan yang benar, antara lain:
 

1. Perhatikan label gizi


Saat mengonsumsi makanan kemasan, biasakan untuk membaca bagian “Takaran Saji” dan total kalori per sajian. Banyak orang tidak menyadari bahwa satu kemasan bisa berisi lebih dari satu takaran saji, sehingga jumlah kalori yang masuk sebenarnya lebih besar dari yang terlihat di baris pertama label gizi.

Contoh cara menghitungnya adalah seperti biskuit memiliki 120 kalori per takaran saji dan satu bungkus berisi dua takaran saji. Kemudian, kamu menghitungnya dengan hasil totalnya menjadi 240 kalori, jika menghabiskan seluruh kemasan.
 

2. Menggunakan tabel kalori makanan untuk non-kemasan


Jika kamu adalah tim masak sendiri, dapat menggunakan tabel kalori makanan pada umumnya. Biasanya kalori-kalori ini tersedia di berbagai situs nutrisi atau panduan gizi resmi. Inilah beberapa contohnya:
- 100 gram nasi putih: ±175 kalori.
- 1 telur ayam rebus: ±68 kalori.
- 1 pisang ukuran sedang: ±105 kalori.
- 1 sendok makan minyak goreng: ±120 kalori.
 

3. Gunakan timbangan


Jumlah kalori sangat dipengaruhi oleh ukuran porsi. Perbedaan kecil, seperti 50–100 gram bahan makanan, dapat menghasilkan selisih kalori yang cukup besar. Jadi, sangat membantu untuk menggunakan timbangan.
 

4. Perhatikan cara memasak


Selain porsi, cara memasak juga berpengaruh pada besarnya kalori yang masuk ke tubuh. Beberapa metode memasak dapat menambah kalori, sementara yang lain hampir tidak mengubahnya sama sekali. 

Contohnya adalah menggoreng, yang dapat menyerap minyak, sehingga kalorinya meningkat. Untuk menumis, biasanya pertambahan kalori lebih sedikit. Kemudian, merebus, mengukus, atau memanggang tanpa minyak umumnya tidak menambah kalori.

Itulah beberapa cara untuk mengukur kalori pada makanan. Jadi, kamu ingin mencoba yang mana dulu, Sobat Medcom?

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(FIR)

MOST SEARCH