Dewasa awal atau orang yang berusia 25-35 tahun (Ilustrasi/Pexels)
Dewasa awal atau orang yang berusia 25-35 tahun (Ilustrasi/Pexels)

Tips Menjaga Kesehatan Mental di Usia 25-35 Tahun

Rona kesehatan mental
Sunnaholomi Halakrispen • 22 Februari 2020 12:02
Jakarta: Dewasa awal atau orang yang berusia 25-35 tahun rentan mengalami gangguan kesehatan mental. Untuk mengantisipasi kondisi yang memburuk, ada sejumlah hal yang bisa diterapkan.
 
"Langkah untuk menjaga kesehatan mental di usia ini adalah dengan menciptakan mindful living, melalui merawat mind, body, and soul," ujar Psikolog anak, remaja, dan keluarga Efnie Indrianie, M.Psi, kepada Medcom.id.
 
Ia memaparkan, merawat pikiran bisa dilakukan dengan tidak berpikiran negatif. Selanjutnya, berupaya agar hanya memasukkan hanya informasi ke pikiran kita.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sedangkan, pada kategori body, memberikan nutrisi yang baik untuk tubuh. Sebab, nutrisi yang baik akan membuat otak menjadi sehat dan jika otak sehat maka mental akan baik.
 
"Soul, fokus pada memerhatikan spiritualitas hidup. Caranya, dengan membiasakan diri banyak bersyukur, bersedekah, dan memaafkan kesalahan orang lain," paparnya.
 
Ada juga cara lain yang bisa dilakukan, berdasarkan arahan Kementerian Kesehatan RI yang dipaparkan dalam laman resmi. Salah satunya, melakukan manajemen stres.
 
Di antaranya, selalu berpikir positif dan memandang bahwa segala sesuatu yang terjadi di dalam hidup ada hikmahnya. Kemudian, belajar mengendalikan diri dan selalu aktif dalam mencari solusi.
 
Selain itu, melakukan aktivitas fisik, meditasi, atau teknik relaksasi guna meredakan ketegangan emosi dan menjernihkan pikiran. Berupaya meningkatkan rasa percaya diri serta menyisihkan waktu untuk melakukan hal-hal yang disukai.
 
Jika pengobatan mandiri tidak memberikan perubahan, dianjurkan untuk berkonsultasi ke dokter jika merasakan gejala-gejala depresi selama lebih dari dua minggu dan tidak kunjung mereda.  Apalagi, jika gejala depresi tersebut sampai mengganggu proses pendidikan, pekerjaan, dan hubungan sosial.
 
Penanganan depresi oleh dokter akan disesuaikan dengan tingkat keparahan depresi yang diderita masing-masing pasien. Bentuk penanganan bisa berupa terapi konsultasi, pemberian obat-obatan antidepresi, atau kombinasi keduanya.
 

 
(YDH)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif