Ilustrasi/Medcom
Ilustrasi/Medcom

Mental Health Alert! Pemerintah Bakal Skrining Kesehatan Jiwa Siswa di Sekolah

Citra Larasati • 10 Maret 2026 16:57
Ringkasnya gini..
  • Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat mendorong peningkatan upaya deteksi dini masalah kesehatan mental pada siswa di sekolah.
  • Ini dilakukan untuk mengatasi ancaman gangguan kesehatan jiwa terhadap generasi penerus bangsa.
  • Hasil deteksi dini kesehatan jiwa siswa yang dihasilkan sekolah tidak dapat ditindaklanjuti oleh fasilitas kesehatan terdekat.
Jakarta: Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat mendorong peningkatan upaya deteksi dini masalah kesehatan mental pada siswa di sekolah, dalam upaya mengatasi ancaman gangguan kesehatan jiwa terhadap generasi penerus bangsa. 
 
"Langkah kolaborasi sejumlah pihak terkait untuk mengatasi secara menyeluruh ancaman kesehatan jiwa siswa di sekolah harus mendapat dukungan bersama," kata Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 10 Maret 2026. 
 
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Senin, 9 Maret 2026, menegaskan, pihaknya menjalin kerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk melakukan skrining atau deteksi dini masalah kesehatan mental pada siswa di sekolah.

Langkah itu direalisasikan dengan membekali para guru kemampuan untuk mengenali tanda-tanda awal gangguan kesehatan mental pada peserta didik. 
 
Menurut Lestari, pembekalan untuk meningkatkan kemampuan para guru melakukan skrining kesehatan mental siswa harus segera direalisasikan. 
 
Berdasarkan survei Kementerian Kesehatan pada awal tahun 2026, tercatat sekitar 5 persen anak dan remaja Indonesia mengalami gejala gangguan jiwa, terutama depresi dan kecemasan. 
 
Lebih rinci lagi, 34,9 persen remaja usia 10-17 tahun berisiko mengalami masalah mental. Namun dari jumlah tersebut, hanya 2,6 persen yang mendapatkan penanganan profesional. 
 
Berdasarkan catatan tersebut, ujar Rerie, sapaan akrab Lestari, kemampuan deteksi dini kesehatan mental peserta didik juga harus dimiliki para orang tua. 
 
Menurut Rerie, guru yang kesehariannya berinteraksi dengan para siswa merupakan garda terdepan dalam menjaring permasalahan kesehatan mental yang dihadapi para peserta didik di sekolah. 
 
Namun, tambah dia, peran para orang tua yang berinteraksi dengan putera puterinya di keluarga juga penting dalam melakukan skrining kesehatan jiwa anak-anaknya. 
 
Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI itu berpendapat bahwa upaya untuk meningkatkan kemampuan para tenaga pengajar dan orang tua dalam melakukan deteksi dini kesehatan mental siswa merupakan fondasi dari upaya mengatasi ancaman gangguan jiwa generasi penerus bangsa. 
 
Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu berharap kolaborasi antara Kementerian Kesehatan dan Kemendikdasmen itu diikuti dengan kesiapan fasilitas kesehatan primer, seperti Puskesmas, dalam memberikan layanan kesehatan jiwa. 
 
Jangan sampai, tegas Rerie, hasil deteksi dini kesehatan jiwa siswa yang dihasilkan sekolah tidak dapat ditindaklanjuti oleh fasilitas kesehatan terdekat.
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan