Generasi Alfa diklasifikasikan sebagai anak-anak yang lahir pada atau setelah 2010. (Ilustrasi/Pexels)
Generasi Alfa diklasifikasikan sebagai anak-anak yang lahir pada atau setelah 2010. (Ilustrasi/Pexels)

Mengenali Generasi Alfa, Anak-anak Penerus Dunia

Rona gen
Anda Nurlaila • 11 Januari 2020 12:05
Jakarta: Generasi alfa akan mewarisi dunia dalam beberapa dekade memiliki perbedaan sangat menyolok daripada generasi-generasi sebelumnya. Penelitian menyebut bahwa generasi Alfa akan tumbuh di dunia yang sangat berbeda dari yang dikenal saat ini. 
 
Siapakah generasi Alfa? Bagaimana  generasi ini tumbuh dan apa yang diharapkan dari mereka? Generasi Milenial dan generasi X sekarang mulai menggantikan generasi Generasi Baby Boomer, yang lahir setelah perang dunia II.
 
Menurut proyeksi populasi Biro Sensus AS terbaru, generasi Boomer yang lahir setelah Perang Dunia II semakin menyusut. Tetapi generasi Millenial  yang lahir antara 1980 dan 2000 dan Generasi X yang lahir antara 1965 dan 1979 juga makin berkurang. Maka, sebenarnya anak-anak mereka yang akan menerima peradaban dunia pada 2020. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Adage, Generasi Alfa diklasifikasikan sebagai anak-anak yang lahir pada atau setelah 2010. Mereka akan berkembang menjadi generasi baru pada 2025. Para peneliti sudah memperhatikan apa yang membentuk mereka, tumbuh dalam lingkungan seperti apa yang akan menjadi seperti apa mereka kelak. Inilah beberapa hal yang sudah kita ketahui tentang Gen Alfa, seperti dilansir dari Parents.
 
Keragaman berefek positif pada anak-anak Alfa
 
Jenis keanekaragaman yang berkembang ini mungkin membuat Gen Alfa lebih menerima dan inklusif, jelas Deborah Carr, profesor dan ketua departemen sosiologi Universitas Boston dan penulis Golden Years? Social Inequalities in Later Life.
 
“Mereka tumbuh dalam masyarakat yang lebih beragam, sehingga lebih berpikiran terbuka. Anak-anak millenial adalah sumber optimisme besar bahwa kita bergerak menuju masyarakat yang inklusif dan menerima.”
 
Teknologi menentukan perkembangan mereka dengan berbagai cara 
 
“Generasi ini akan memiliki kenyamanan hebat dengan teknologi, menonton video di iPad orang tua mereka dan mendengarkan musik di iPhone mereka. Mereka mungkin sangat pandai dalam belajar visual,”kata Carr.
 
Semua waktu layar itu bisa menjadi alat pengalih perhatian, pendidikan, hiburan bagi anak. Namun ada beberapa konsekuensi bagi anak-anak Alfa yang belum kita ketahui. Contoh, sebuah studi jangka panjang baru saja dilakukan tentang bagaimana waktu layar mempengaruhi perkembangan otak. Peneliti menemukan bahwa waktu tayangan berlebihan pada anak-anak menyebabkan perkembangan otak yang kurang.
 
Media sosial akan menjadi "catatan" baru mereka
 
"Generasi sebelumnya tidak harus mempertimbangkan jejak digital yang orang tua tinggalkan kepada anak-anak mereka yang di bawah umur," kata Psikolog Francyne Zeltser. Dia menunjukkan bahwa setiap gambar, setiap kata yang diunggah dalam jaringan tentang seorang anak akhirnya menjadi bagian portofolio daring mereka.
Mengenali Generasi Alfa, Anak-anak Penerus Dunia
(Ilustrasi/Pexels)
 
Sementara Gen X khawatir tentang catatan permanen mereka, Gen Alfa mungkin harus khawatir tentang Instagram, dan bahkan halaman Facebook lama orang tua mereka. “Informasi ini yang nantinya dapat diakses ketika orang dewasa yang sekarang mencoba untuk masuk ke program, memajukan karirnya, atau mencalonkan diri untuk jabatan publik,” Dr. Zeltser menjelaskan. "Kami belum melihat implikasi jejak kaki digital apakah ini akan membantu atau berbahaya bagi anak-anak Alpha. Sehingga penting untuk berhati-hati dengan apa yang Anda unggah."
 
Mereka akan tahu mengapa masalah kesehatan mental penting
 
Semua waktu dalam jaringan menghadirkan tantangan pengasuhan unik untuk orang tua Gen Millennial dan Gen X. Mencari nasihat pengasuhan anak kini bukan lagi urusan sederhana. Mom shaming misalnya membuat generasi milenial berlomba menjadi orang tua sempurna, setidaknya agar terlihat lebih baik dalam media sosial. Hal ini memengaruhi Gen Alfa bahwa kesehatan mental dan emosional sama pentingnya dengan kesehatan fisik. 
 
Memiliki kesadaran lebih baik bagi kelangsungan bumi 
 
Orang tua Millennial memasuki dunia kerja saat ekonomi mencapai titik terendah dan resesi. Hal ini memengaruhi cara mereka membentuk keluarga.
 
Banyak generasi Milenial menunggu lebih lama untuk berkeluarga dan memiliki anak. Gen Alfa akan menghadapi lebih banyak masalah daripada orang tua mereka terkait perubahan iklim saat memasuki usia remaja dan dewasa awal. Kemungkinan tersebut akan memengaruhi pilihan mereka pada pembentukan keluarga atau menjaga kelangsungan bumi.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif