Dokter Spesialis Syaraf Anak, Herbowo Soetomenggolo. Medcom.id/Kumara Anggita
Dokter Spesialis Syaraf Anak, Herbowo Soetomenggolo. Medcom.id/Kumara Anggita

Kapan Waktu Terbaik untuk Mendongeng?

Rona festival dongeng
Kumara Anggita • 14 November 2019 08:37
Jakarta: Mendongeng umumnya dilakukan malam sebelum tidur. Kendati demikian, apakah waktu ini memang waktu paling ideal?
 
Dokter Spesialis Syaraf Anak, Herbowo Soetomenggolo mengatakan belum ada penelitian yang membahas waktu terbaik mendongeng. Jadi, Anda bisa melakukannya di pagi, siang, sore atau malam hari.
 
"Tidak ada penelitian. Yang pasti sediakan waktu khusus," ujarnya di Jakarta, Rabu 13 November 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bila orang-orang menyebutkan bahwa waktu terbaik mendongeng adalah di malam hari ini karena pada waktu tersebut, orang tua dalam keadaan rileks, sudah tidak ada pekerjaan. Begitu juga dengan sang anak. Dia jadi mau mendengarkan.
 
Dokter Herbowo menegaskan bahwa yang penting adalah Anda menyajikan dongeng tersebut secara khusus untuk Anda dan anak Anda. Jangan melakukannya sambil mengerjakan hal lain termasuk menggunakan gadget. "Sediakan waktu dengan baik," tegasnya.
 
Dokter Herbowo juga menyebutkan mendongeng bisa dilakukan tanpa perlu memikirkan umur. "Batasan usia tidak ada. Selalu baik. Penelitian baru juga menunjukan dongeng berfungsi untuk penderita stroke yang berusia lanjut," paparnya.
 
American Academy of Pedriatrics (AAP) 2014 menganjurkan membaca untuk anak sejak anak lahir. Kegiatan ini walaupun terkesan simpel, namun memberikan banyak manfaat.
 
"Kegiatan mendongeng meliputi beberapa hal termasuk neural coupling yakni mendengarkan, memproses informasi, mengolah informasi menjadi data-data sesuai dengan imajinasinya," terangnya. 
 
Proses selanjutnya adalah mirroring atau ketika otak pendengar memiliki cara bekerja yang sama dengan otak pendongeng. Selanjutnya otak merilis beberapa hormon seperti dopamine, koristol, dan oksitosin.
 
"Hormon tersebut mengatur perubahan emosi, kewasapadaan dan empati sehingga dapat mengingat jalur cerita. Aktivitas di kortex terjadi ketika otak memroses fakta sehingga dapat mengaktivasi bagian otak lainnya termasuk motor cortex, sensory cortex, dan frontal cortex," paparnya.
 
Selain itu penelitian menunjukkan kegiatan mendongeng membantu kemampuan literasi yang sejalan dengan kemanpuan kognitif anak. "Dapat disimpulkan, walaupun kegiatan mendongeng termasuk mudah dilakukan, namun memiliki dampak luar biasa terhadap perkembangan otak anak," lanjutnya.
 
Jadi tunggu apa lagi. Ambil semua buku cerita yang menarik mulai dan mulailah mendongeng dari hari ini.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif