Lebih dari sekadar membuat layar terlihat elegan, dark mode memberi beberapa manfaat fungsional yang jarang disadari oleh pengguna. Salah satu alasan utama banyak orang beralih ke dark mode adalah karena memberi pengalaman visual lebih nyaman di ruangan minim cahaya atau saat malam hari.
Layar yang terlalu terang di lingkungan gelap kerap membuat mata cepat lelah. Dark mode mampu menekan kontras ekstrem antara cahaya sekitar dan layar, sehingga pandangan menjadi lebih lembut dan mengurangi rasa tegang pada mata.
Selain itu, penggunaan mode gelap juga dapat mengurangi paparan blue light, cahaya biru yang dipancarkan layar, terutama saat malam hari. Paparan blue light berlebihan diklaim berpotensi mengganggu ritme sirkadian dan produksi hormon melatonin yang membantu tidur, meski klaim ini masih dibahas secara ilmiah.
Manfaat lain yang sering dikaitkan dengan dark mode adalah efisiensi konsumsi baterai. Pada perangkat dengan layar OLED atau AMOLED, piksel gelap tidak memerlukan daya sebesar piksel terang karena sebagian piksel bisa dim atau bahkan off. Artinya, saat area layar didominasi warna hitam tua, perangkat bisa lebih hemat daya dibanding tampilan terang.
Namun, efek penghematan daya ini sangat tergantung pada jenis layar. Pada ponsel atau tablet dengan layar LCD, keuntungan dark mode terhadap baterai justru sangat minim karena lampu latar layar tetap menyala meskipun tampilan berubah menjadi gelap.
Popularitas fitur ini juga berkaitan dengan preferensi visual dan kenyamanan penggunaan dalam berbagai skenario. Banyak pengguna merasa dark mode memberikan pengalaman lebih nyaman saat membaca teks di ruangan redup atau pada malam hari.
Selain itu, tampilan elegan dan modern secara visual dianggap lebih menarik oleh sebagian besar pengguna. Walau demikian, dark mode bukan selalu lebih unggul secara mutlak. Di lingkungan terang atau bawah sinar matahari, teks dengan latar gelap justru bisa menjadi kurang jelas dibandingkan mode terang biasa.
Karenanya, banyak aplikasi menyediakan opsi otomatis yang beralih berdasarkan waktu atau kondisi pencahayaan agar pengalaman tetap optimal. Pilihan antara mode gelap dan terang pada akhirnya kembali ke preferensi pengguna serta konteks penggunaan.
Pada dark mode, konten visual seperti gambar atau video tetap terlihat sama, tetapi teks putih pada latar gelap sering dianggap lebih nyaman dalam kondisi minim cahaya. Sebaliknya, light mode memiliki kontras klasik yang memudahkan baca isi teks terutama di siang hari atau lingkungan terang.
Pengembang aplikasi juga harus mempertimbangkan aspek aksesibilitas, karena tidak semua pengguna merasakan manfaat yang sama. Misalnya, pada kondisi tertentu, latar gelap dengan teks terang dapat menyebabkan efek halo pada orang dengan gangguan penglihatan tertentu, membuat teks justru lebih sulit dibaca.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News