BTS (Foto: X/bts_bighit)
BTS (Foto: X/bts_bighit)

Konser Comeback BTS di Gwanghwamun, Polisi Siapkan Pasukan Khusus

Fatha Annisa • 09 Februari 2026 18:40
Jakarta: BTS akan menggelar pertunjukkan musik di Gwanghwamun Square, Seoul, Korea Selatan, dalam rangka comeback. Polisi menyiapkan pasukan khusus untuk menghadapi kerumunannya yang diperkirakan mencapai ratusan ribu orang.
 
Kepala Kepolisian Metropolitan Seoul, Park Jeong-bo, mengatakan bahwa pihaknya telah membentuk satuan tugas khusus yang dipimpin oleh Wakil Kepala Badan Kepolisian bidang keselamatan publik untuk mengoordinasikan seluruh persiapan.
 
Menurut perkiraan polisi, sekitar 230.000 orang dapat berkumpul di area antara panggung pertunjukan di utara Woldae, dekat Gwanghwamun, hingga Daehanmun di Istana Deoksu. Namun, jumlah tersebut berpotensi meningkat hingga 260.000 orang.
 
Baca juga: Jungkook BTS Masuk Daftar 15 Orang Paling Terkenal di Dunia

 
“Kami melakukan persiapan dengan asumsi bahwa jumlah maksimum massa akan hadir,” ujar Park Jeong-bo, dikutip dari JoongAng Daily, Senin, 9 Februari 2026.
 
Pihak berwenang akan membagi area tersebut ke dalam empat zona berdasarkan kepadatan massa, yakni core, hot, warm, dan cold (dalam istilah Korea). Zona-zona ini dibagi lagi menjadi 15 sektor, dengan masing-masing sektor diawasi oleh perwira berpangkat senior superintendent yang bertanggung jawab atas pengendalian kerumunan.
 
Untuk mengantisipasi potensi kerusuhan, kekerasan, atau serangan teror, polisi akan mengerahkan 13 tim kejahatan kekerasan dari sembilan kantor polisi serta menempatkan satuan polisi khusus lebih awal guna melakukan pemeriksaan bahan peledak dan mengidentifikasi individu mencurigakan di lokasi.
 
Polisi juga akan memantau komunitas daring untuk mendeteksi unggahan bernada ancaman, dengan tim investigasi siber khusus yang melakukan pengawasan online selama 24 jam.
 
 
Baca juga: Persiapan Konser Jakarta, BTS Bocorkan Detail ARMY BOMB Versi Terbaru

 
Sementara itu, HYBE selaku agensi BTS menyatakan akan menurunkan 3.553 personel keamanan. Namun, polisi meminta perusahaan tersebut untuk memperkuat langkah pengamanan sesuai prinsip “beneficiary pays”, yang menempatkan tanggung jawab utama pengelolaan acara pada pihak penyelenggara.
 
“Tergantung pada kondisi di lapangan, kami dapat meminta tambahan personel keamanan. Kerumunan besar bisa meluber ke jalan raya, sehingga persiapan menyeluruh diperlukan demi melindungi keselamatan publik,” ujarnya.
 
Polisi juga akan menjerat pelaku yang menggunakan program makro untuk memesan tiket gratis secara ilegal atau mengganggu penjualan tiket, dengan pasal dalam Undang-Undang Pemanfaatan Jaringan Informasi dan Perlindungan Informasi serta pasal penghalangan kegiatan usaha.

 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA