Jakarta: Insentif untuk mobil listrik di tahun ini belum diketahui nasibnya. Proses masih berlanjut, dan Kementerian Perindustrian sudah mengajukannya kepada Kementerian Keuangan.
"Menteri Keuangan (Agus Gumiwang Kartasasmita) sudah mengirimkan surat usulan insentif yang menjadi kelanjutan insentif dari akhir tahun kemarin kepada Kementerian Keuangan. Artinya, saat ini kami masih menunggu dari Kementerian Keuangan terkait keputusan mereka," ujar Ketua Tim Kerja Industri KBLBB (Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai) Kementerian Perindustrian, Patia Jungjungan Monangda, ketika memberikan Keynote Speech dalam diskusi yang diinisiasi ICMS (Indonesia Center of Mobility Studies) pada Selasa (10/2/2026).
Patia tidak membeberkan bentuk detail dari insentif mobil listrik 2026. Namun, ia memastikan insentif Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) mobil listrik masih akan tetap ada.
“Memang, insentif untuk PPnBM ini masih terus berlanjut, sebagai komitmen pemerintah di program LCEV (low carbon emission vehicle) karena memang program LCEV ini bukan insentif tahunan yang direview setiap tahun, melainkan memang untuk jangka waktu tertentu,” jelasnya.
Baca Juga:
Terakhir! Jetour T2 Masih Dibanderol Rp568 Juta di IIMS 2026
Di luar insentif mobil listrik dari pemerintah pusat, sambung Patia, mobil listrik juga sudah dan tetap mendapatkan perlakukan khusus dalam bentuk tarif Pajak Kendaraan Bermotor maupun BBN-KB (Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor) yang lebih rendah ketimbang mobil konvensional.
“Jadi, pemerintah sebenarnya masih cukup mendukung kendaraan listrik. Harapannya dengan masuknya produsen-produsen kendaraan yang baru pada 2026 ini, momentum masih tetap terjaga, produksinya tetap banyak, penjualannya meningkat,” tutur dia.
ICMS menggelar Dialog Industri Otomotif Nasional untuk kelima kalinya sejak pertama kali diselenggarakan pada 2024. Mengusung tema 'Insentif EV Dihapus, Kemana Arah Masa Depan Industri Otomotif di Indonesia?' di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026. forum ini menjadi bagian dari agenda tahunan Indonesia International Motor Show (IIMS) dan menghadirkan diskusi strategis terkait arah kebijakan industri otomotif nasional.
Jakarta: Insentif untuk
mobil listrik di tahun ini belum diketahui nasibnya. Proses masih berlanjut, dan
Kementerian Perindustrian sudah mengajukannya kepada Kementerian Keuangan.
"Menteri Keuangan (Agus Gumiwang Kartasasmita) sudah mengirimkan surat usulan insentif yang menjadi kelanjutan insentif dari akhir tahun kemarin kepada Kementerian Keuangan. Artinya, saat ini kami masih menunggu dari Kementerian Keuangan terkait keputusan mereka," ujar Ketua Tim Kerja Industri KBLBB (Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai) Kementerian Perindustrian, Patia Jungjungan Monangda, ketika memberikan Keynote Speech dalam diskusi yang diinisiasi ICMS (Indonesia Center of Mobility Studies) pada Selasa (10/2/2026).
Patia tidak membeberkan bentuk detail dari insentif mobil listrik 2026. Namun, ia memastikan insentif Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) mobil listrik masih akan tetap ada.
“Memang, insentif untuk PPnBM ini masih terus berlanjut, sebagai komitmen pemerintah di program LCEV (low carbon emission vehicle) karena memang program LCEV ini bukan insentif tahunan yang direview setiap tahun, melainkan memang untuk jangka waktu tertentu,” jelasnya.
Di luar insentif mobil listrik dari pemerintah pusat, sambung Patia, mobil listrik juga sudah dan tetap mendapatkan perlakukan khusus dalam bentuk tarif Pajak Kendaraan Bermotor maupun BBN-KB (Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor) yang lebih rendah ketimbang mobil konvensional.
“Jadi, pemerintah sebenarnya masih cukup mendukung kendaraan listrik. Harapannya dengan masuknya produsen-produsen kendaraan yang baru pada 2026 ini, momentum masih tetap terjaga, produksinya tetap banyak, penjualannya meningkat,” tutur dia.
ICMS menggelar Dialog Industri Otomotif Nasional untuk kelima kalinya sejak pertama kali diselenggarakan pada 2024. Mengusung tema 'Insentif EV Dihapus, Kemana Arah Masa Depan Industri Otomotif di Indonesia?' di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026. forum ini menjadi bagian dari agenda tahunan Indonesia International Motor Show (IIMS) dan menghadirkan diskusi strategis terkait arah kebijakan industri otomotif nasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)