Pada tahun 1902, Roosevelt pergi berburu beruang di Mississippi atas undangan Gubernur Andrew H. Longino. Roosevelt dipandu oleh Holt Collier, yang bertugas sebagai anak buah anggota kavaleri selama Perang Sipil. Ia juga seorang pemburu yang terampil dan telah membunuh sebanyak lebih dari 3.000 beruang, menurut U.S. Fish and Wildlife Service.
Selama melakukan pemburuan tersebut Collier menemukan seekor beruang hitam dan berencana agar Roosevelt bisa membunuh beruang terssebut, seperti diceritakan dalam Minor Ferris Buchanan's biography of Collier.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

(Boneka Teddy Bear menjadi salah satu boneka yang cukup populer di seluruh dunia. Foto: Harold Lloyd/Getty Images)
(Baca juga: Gadis Asal Nigeria Kenalkan Hijarbie, Boneka Barbie Berhijab)
Namun sebelum sang presiden sampai di sana, beruang tersebut menerkam salah satu anjing pemburu Collier. Untuk melindung anjing-anjingnya dan dirinya sendiri, dan untuk memastikan sang presiden dapat menembak dengan tepat, Collier mengikat beruang tersebut di pohon.
Namun ketika Roosevelt tiba, ia menolak untuk membunuh hewan tersebut dan menurut wartawan Washington Post yang juga berada di sana, ia menyuruh kru pemburu untuk membebaskannya. Sehari setelah kejadian tersebut, Wahington Post membuat kartun oleh Clifford Berryman tentang kejadian tersebut.
Kejadian tersebut menarik perhatian Morris dan Rose Michtom, imigran Yahudi Rusia yang mengelola toko kelontong di Brooklyn, New York. Rose menjahit beruang dari beludru mewah dan memajangnya di tokonya dengan nama "Teddy's bear" menurut Smithsonian Magazine.
Boneka beruang tersebut mulai mendapatkan popularitasnya dan meminta izin kepada Roosevelt untuk memberikan namanya kepada boneka beruang tersebut. Presiden pun menyetujuinya. Pasangan ini pun mendapat kesuksesan dengan menjual beruang Teddy sehingga mereka mendirikan Ideal Novelty and Toy Company.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News(TIN)
