Saat ditemui di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, Selasa (26/5/2026), Habib Usman menjelaskan bahwa ibadah kurban sebaiknya dilakukan sesuai kemampuan masing-masing individu tanpa perlu dipaksakan. Ia juga menerangkan bahwa seseorang yang belum melaksanakan akikah tetap diperbolehkan mendahulukan kurban apabila memiliki kemampuan finansial pada momen Idul Adha.
Menurut Habib Usman, tidak ada makna khusus di balik jumlah sapi kurban yang mencapai 26 ekor tahun ini. Ia menyebut jumlah tersebut bersifat situasional dan masih bisa berubah tergantung kondisi di lapangan.
Dalam proses pengiriman hewan kurban dari Jawa menuju Jakarta, salah satu sapi dengan bobot sekitar 1,18 ton dilaporkan mengalami kolaps di perjalanan sehingga harus dipotong di lokasi. Habib Usman menyebut kejadian tersebut sebagai bagian dari takdir yang harus diterima dengan ikhlas.
Untuk pendistribusian daging kurban, pihak Majelis Bin Yahya telah menyiapkan sistem kupon yang akan dibagikan kepada para jemaah. Berdasarkan data sementara, jumlah penerima diperkirakan mencapai sekitar 15.000 orang.
Habib Usman juga membuka kemungkinan adanya penambahan jumlah sapi kurban apabila kondisi dan kebutuhan di lapangan memungkinkan menjelang pelaksanaan Idul Adha nanti.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News