Parental burnout merupakan kondisi orang tua yang memiliki beragam keluhan akibat stres yang terjadi terus-menerus. (Ilustrasi/Pexels)
Parental burnout merupakan kondisi orang tua yang memiliki beragam keluhan akibat stres yang terjadi terus-menerus. (Ilustrasi/Pexels)

Parental Burnout Berbeda dengan Baby Blues

Rona stres
Sunnaholomi Halakrispen • 05 September 2020 13:06
Jakarta: Parental burnout merupakan kondisi orang tua yang memiliki beragam keluhan akibat stres yang terjadi terus-menerus. Apabila dibiarkan, kondisi ini memengaruhi kelelahan fisik, mental, bahkan berisiko depresi.
 
"Parental burnout ini sebenarnya karena stresnya sudah berkepanjangan," ujar Psikolog Anak san Co-Founder Rumah Konaultasi Tiga Generasi, Saskhya Aulia Prima, M.Psi., dalam AQUA X Raisa Moms Sharing Session.
 
"Jadi stres ini suatu yang normal karena setiap hari kita juga sebetulnya butuh stres. Jadi enggak selalu negatif," tambahnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia memaparkan bahwa apabila orang tua tidak pernah mengalami stres sama sekali, juga tidak baik. Sebab, berisiko membuat orang tua tidak ingin bekerja atau tidak ingin maju. 
 
Akan tetapi, jika kondisi stres yang dialami menjadi kelebihan, juga tidak baik. Sebab, akan mengganggu keseharian orang tua. Tingkatan parenting burnot yang parah salah satunya bisa dilihat dari efek yang terjadi.
 
"Misalnya kita jadi enggak senang ketemu anak, kita jadi kalau berinteraksi dengan anak menjadi mudah marah atau baper, merasa being parent itu berat banget dan enggak bisa lagi jadi ibu. Itu sebenarnya sudah bisa kita konsultasi ke ahli," paparnya.
 
Saskhya menjelaskan, parental burnout ada tiga. Di antaranya, ketika orang tua lelah secara fisik dan mental, kemudian menjadi merasa berjarak dengan anaknya, dan ketika merasa berat menjadi orang tua atau susah menemukan hal yang positif selama memiliki anak.
 
Sementara itu, baby blues syndrome merupakan kondisi ketika ibu yang baru melahirkan merasa lelah, sedih, dan khawatir. Kondisi terparah ialah ketika ibu enggan menyentuh bahkan bertemu dengan sang buah hati. "Kalau baby blues di bawah usia enam bulan baby-nya, tiga bulan pertama malah," ucapnya.
 
Di sisi lain, apabila terjadi parenting burnout, orang tua harus memberi waktu untuk bisa menenangkan diri. Upayakan Anda tidak merasa stres, tetaplah mengonsumsi air mineral, dan pelajari masalah apa yang sedang dihadapi.
 

 
(YDH)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif