Dilansir dari BabyCenter, balita yang tiba-tiba terbangun dan menangis histeris di malam hari bisa disebabkan oleh beberapa hal. Salah satunya karena si kecil merasa kelelahan.
Bayi dan balita yang mengalami night terror juga akan menangis histeris saat malam. Meski sikap anak yang mengalami night terror hampir sama dengan anak yang mimpi buruk, night terror memiliki perbedaan signifikan dari mimpi buruk.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
.jpg)
(Bayi dan balita yang mengalami night terror juga akan menangis histeris saat malam. Meski sikap anak yang mengalami night terror hampir sama dengan anak yang mimpi buruk, night terror memiliki perbedaan signifikan dari mimpi buruk. Foto: Laura Lee Moreau/Unsplash.com)
(Baca juga: Agar Anak tidak Takut lagi setelah Bermimpi Buruk)
Night terror adalah kondisi di mana sistem saraf pusat anak yang mengatur otak tiba-tiba terlalu aktif. Tak hanya menyerang bayi, balita dan anak-anak saja night terror juga bisa menyerang orang dewasa.
Si kecil yang merasa tertekan, sakit dan terganggu oleh keadaan sekitarnya juga akan lebih mudah terbangun serta menangis histeris saat malam.
Suhu ruangan yang panas, pengap dan tidak nyaman akan rentan membuat si kecil menangis saat malam hari.
Saat mendapati anak terbangun dan menangis histeris saat malam, usahakan agar tetap tenang. Jangan terlalu panik karena kepanikan hanya akan membuat si kecil semakin tidak nyaman dan tangisannya semakin histeris. Berikan pelukan dan ciuman dengan lembut, yakinkan bahwa semuanya akan baik-baik saja.
Maria Fransiska
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News(TIN)
