Ilustrasi--Pexels
Ilustrasi--Pexels

10 Tips Pengasuhan bagi Anak Usia Praremaja

Rona psikologi remaja
Anda Nurlaila • 11 September 2019 17:51
Jakarta: Pada usia sembilan hingga 12 tahun, anak-anak yang biasanya dekat dan selalu berbagi rahasia tiba-tiba berubah. Perubahan ini termasuk fisik, emosi, kognitif dan sosial.
 
Saat ini tengah mengembangkan kemandirian baru. Bahkan anak mungkin ingin melihat sejauh mana dia dapat melampaui batasan dari orang tua. Namun, saat ini anak membutuhkan dukung orang tua menjelang masa remaja yang bergejolak.  
 
Mengutip WebMD, ada cara untuk berhubungan dengan anak versi terbaru. Orang tua dapat membantu anak melewati masa transisi dari anak menuju remaja.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


1. Jangan merasa tertolak kemandirian mereka
 
Anak-anak seusia ini mulai berpaling dari orang tua dan bergantung pada teman. Namun orang tua kerap menganggapnya sebagai penolakan yang disengaja atau perilaku melawan. Psikolog Harvard Catherine Steiner-Adair mengingatkan jangan memaksa anak memberi informasi saat anak menolak."Orang tua dengan toleransi rendah dan ingin tahu segalanya dalam masa transisi dapat mengasingkan anak," katanya.
 
2. Rencanakan waktu khusus bersama anak
 
Sebagian anak mulai sulit membuka diri sebelum remaja. Psikolog klinis di Child Mind Institute Laura Kirmayer menyarankan untuk menjadwalkan 1-2 kali seminggu untuk memberi waktu secara khusus bagi anak praremaja. Konsentrasi pada anak dan hindari pekerjaan atau ponsel. Selain meningkatkan hubungan, Anda mengajarkan keterampilan interpersonal yang penting di masa datang. "Waktu berkualitas benar-benar penting, namun banyak orang tua abai karena anak menolak atau menarik diri," kata Dr. Kirmayer.
 

3. Lakukan pendekatan tidak langsung
 
Pertanyaan langsung hanya akan membuat anak merasa diselidiki. Lakukan pendekatan berbeda dan bersikap sebagai pendengar  yang berempati. Ini memberi pesan pada anak bahwa orang tua ada untuk mereka bila mereka membutuhkan. "Jika Anda mendengarkan, Anda mungkin mendapat beberapa informasi tentang kehidupan anak yang Anda inginkan. Jangan memaksa anak untuk bercerita jika mereka tidak ingin," ungkap Dr. Kirmayer.
 

4. Jangan terlalu menghakimi
 
Anak pada usia ini senang memperhatikan bagaimana cara orang tua berperilaku dan berpendapat mengenai orang lain, termasuk menghakimi penampilan atau akun sosmed. Usahakan hanya mengomentari sesuatu dengan proporsional tanpa menghakimi hal-hal yang Anda lihat. Misalnya, komentar buruk pada orang lain yang Anda sampaikan dapat menjadi bumerang yang dapat digunakan anak sewaktu-waktu.
 

5. Perhatikan apa yang mereka tonton dan temani mereka
 
Mulai sekolah menengah, siapkan waktu khusus untuk menonton film yang disukai anak. Anda dan anak dapat menertawakan, membicarakan, sekaligus memberinya pengajaran akan hal-hal yang umumnya tabu. Selain itu menurut Steiner-Adair, orang tua dapat membantu anak laki-laki dan perempuan menanamkan kode gender yang sesuai dengan agama, moral dan sosial.
 
6. Saatnya memulai percakapan tentang seks dan narkoba
 
Anak-anak masa kini mulai bereksperimen dengan obat-obatan dan alkohol saat usia 9 atau 10 tahun. Perkembangan seksual juga menjadi bagian penting pada usia ini. Jadi, Kirmayer menyarankan untuk membangun pondasi dan memberi anak informasi mengenai perkembangan yang mereka alami atau akan dialami. Berikan informasi mengenai seks dan narkoba dengan tidak berlebihan. Sediakan buku-buku yang memberi informasi akurat sehingga anak dapat bertanya kepada Anda.
 
7. Hindari reaksi berlebihan
 
Steiner-Adair memperingatkan agar tidak menjadi ibu atau ayah yang memperburuk keadaan dalam situasi buruk. Jika anak menangis karena tidak diundang, jangan berkomentar yang membuat mereka lebih kesal.
 
8. Jangan jadi orang tua yang cuek
 
Pada ekstrem yang lain, hindari menjadi orang tua yang cuek dan mengabaikan anak. Bila anak kedapatan pesta alkohol, jangan menganggapnya sepele tanpa memberi tahu anak dan memberi konsekuensi perbuatan buruk tersebut.
 
9. Dorong  anak perempuan berolahraga
 
Harga diri anak perempuan memuncak pada usia 9 tahun dan kemudian turun. Studi menemukan, anak perempuan yang berolah raga memiliki rasa percaya diri yang lebih tinggi dan cenderung memiliki prestasi akademik lebih baik dan mengalami lebih sedikit masalah citra tubuh. Dorong anak untuk bergabung dalam olahraga tim.
 
10. Pelihara sisi emosional anak lelaki Anda.
 
"Salah satu hal yang sangat sulit bagi anak laki-laki di usia ini adalah pesan  budaya tentang kapasitas mereka untuk cinta, persahabatan sejati dan hubungan sangat berbahaya bagi mereka," kata Dr. Steiner-Adair.
 
Ada stereotip bahwa perasaan seperti cinta, kesedihan, kerentanan adalah hal yang feminin dan buruk. Orang tua dapat mendorong anak laki-laki jadi sensitif dan rentan di rumah meskipun sifar tersebut sulit berjalan dengan baik saat di sekolah."Anda dapat memberi tahu anak laki-laki, bahwa keseimbangan emosional dapat membantu mereka saat berhubungan dengan lawan jenis kelak," kata Dr. Steiner-Adair.
 
Pola pengasuhan untuk mengembangkan kepercayaan anak praremaja membutuhkan komunikasi selama bertahun-tahun. Sebagai orang tua, menyakinkan anak bahwa Anda selalu ada untuknya apa pun yang mereka hadapi dapat menjadi dukungan penting bagi masa kritis ini.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif