Bermimpilah sebanyak dan setinggi mungkin, namun sesuaikan dengan peluang dan keadaan yang Anda jalani. (Foto Ilustrasi: Pixabay)
Bermimpilah sebanyak dan setinggi mungkin, namun sesuaikan dengan peluang dan keadaan yang Anda jalani. (Foto Ilustrasi: Pixabay)

Apa Itu Quarter Life Crisis dan Bagaimana Cara Menyikapinya?

Rona psikologi remaja
Kumara Anggita • 30 Juni 2019 09:15
Transisi yang dialami remaja pada era milenial ini cukup menyulitkan. Dengan beberapa keadaan yang dialami, tak jarang situasi quarter Life Crisis membuat beberapa remaja stres. Untuk itu, kita juga harus tahu bagaimana menganggpi situasi tersebut.
 

Jakarta: Beberapa kaum milenial yang berumuran 20 tahunan ke atas pasti ada yang mengalami Quarter Life Crisis, sebuah situasi tidak nyaman yang dirasakan karena memasuki kehidupan dewasa sesungguhnya. Untuk itu, identifikasi ciri-ciri Quarter Life Crisis dan cara mengatasinya.
 
Menurut Psikolog Klinis Dewasa, Ilham Anggi Putra, M.Psi., Psikolog, quarter life crisis adalah situasi di mana seseorang merasa tidak kukuh pada dirinya sendiri. Hal ini muncul karena ada transisi kehidupan di mana orang-orang di sekitarnya mulai memiliki jalannya masing-masing. Sehingga dia mulai membandingkan jalan orang dengan jalan hidupnya sendiri.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Definisi dari Alex Fowke, quarter life crisis adalah periode di mana kita mengalami insecure, terhadap karier, relationship keuangan (paling umum) di sinilah usia mereka mulai terjun. Ini terjadi karena ada tuntutan sosial yang rata-rata 20 tahunan sudah punya pasangan, ada target-target tertentu pengen kerja di perusahaan impian dan lain-lain,” tuturnya pada Medcom.id.
 
"Di sini terjadi karena usia yang dituntut buat kita untuk menjadi mandiri dan mengeskplorasi kemana. Misalnya saya orangnya seperti apa dan baru sadar ketika melihat orang lain," lanjutnya.
 
Meski begitu, tidak semua kaum milenial mengalami situasi tersebut. Semua kembali bagaimana individu merasa-rasakan situasi di sekitarnya.
 
“Tidak semua mengalami itu karena balik lagi ke individu yang menghayati kesesuaian dengan usia,” tuturnya.
 
Apa Itu <i>Quarter Life Crisis</i> dan Bagaimana Cara Menyikapinya?
 
Ciri-ciri yang dialami juga beragam, semua tergantung ke kondisi psikologi seseorang. Misalnya bila Anda adalah orang yang cemas maka quarter life crisis akan membawa Anda ke ruang kecemasan.
 
“Ciri-cirinya kembali ke penghayatan setiap orang ada yang jatuhnya ke stres, ada yang cemas, ada yang lari ke depresi," jelas Ilham.
 
"Cirinya juga bisa berbeda-beda, larinya ke kondisi psikologis mana yang terganggu. Kalau misalnya orang itu rentan terhadap mood biasanya larinya ke depresi. Kalau pencemas, larinya ke kecemasan,” tuturnya.
 
Psikolog Ilham kemudian membagikan tips untuk menghadapi quarter Life Crisis. Berikut empat hal yang bisa Anda terapkan:

Tidak membandingkan diri

Berhentilah untuk membandingkan diri dengan orang lain, khususnya di sosial media di mana semua orang akan membentuk citra terbaiknya. Coba refleksikan bahwa proses dijalani orang-orang tersebut belum tentu sama dengan apa yang Anda jalani.
 
“Pertama untuk tidak membandingkan diri dengan orang lain terutama sosial media. ingat mereka ingin menampilkan apa yang ingin mereka tunjukan, akan sangat jarang orang menunjukkan proses atau keadaan sebelum foto atau cerita itu terjadi. Misalnya dapat mobil baru, orang tidak tahu prosesnya untuk mendapatkan ini,” ujar Ilham.

Sesuaikan tujuan Anda dengan realitas

Bermimpilah sebanyak dan setinggi mungkin, namun sesuaikan dengan peluang dan keadaan yang Anda jalani. Dengan seperti itu tekanan pada diri akan berkurang.
 
“Coba untuk dilihat lagi goals teman saat itu dengan realitasnya. Misalnya dulu saya mau usia 25 sudah kerja di perusahaan A, tapi sampe 24 belum juga dapat kerja. Coba tarik mundur ke belakang apa yang membuat teman-teman membuat goals itu. Seberapa detail itu. Mungkin usia kuliah kan belum tahu proses untuk mendapatkan itu seperti apa,” tuturnya.

Menerima keadaan

Ketika ada hal yang tidak berjalan sesuai dengan rencana, hal yang perlu Anda lakukan adalah menerima keadaaan dan tidak menyalahkan diri. Apresiasi diri Anda karena Anda sudah berjalan sejauh ini.
 
“Ketiga adalah pelan-pelan menerima keadaan. coba untuk apresiasi diri. Setiap orang pasti ada fase down-nya dan tidak sesuai dengan ekspektasi. pada saat itu, coba untuk apresiasi diri. Coba lihat keberhasilan yang telah didapat dari pada fokus pada kegagalan,” jelasnya.

Berbagi cerita dengan kerabat

Lakukan hal produktif dengan mencari tahu apa yang bisa dioptimalkan pada diri Anda jika menginginkan suatu hal. Dengan seperti itu, sebuah kegagalan menjadi bahan pelajaran untuk Anda supaya menjadi individu yang lebih baik.
 
“Coba cari referensi melalui teman atau orang lain dan introspeksi diri apa yang membuat satu orang diterima atau enggak di suatu perusahaan,” tuturnya.
 
Dengan cara-cara ini semoga Anda bisa melewati quarter life crisis tersebut dan menjalani kehidupan dengan lebih optimal.
 
Sadisme di Kalangan Remaja

 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif