Kurang tidur dengan berbagai sebab seperti kelahiran bayi, insomnia, atau masalah lain dapat mengganggu kesehatan. (Ilustrasi/Pexels)
Kurang tidur dengan berbagai sebab seperti kelahiran bayi, insomnia, atau masalah lain dapat mengganggu kesehatan. (Ilustrasi/Pexels)

Penyebab Kurang Tidur dan Cara Mengatasinya

Rona tidur
Anda Nurlaila • 13 November 2019 18:10
Jakarta: Saat memiliki bayi, ibu baru mungkin merindukan tidur lelap selama tujuh atau delapan jam dan bangun dengan perasaan segar. Hasil jajak pendapat National Sleep Foundation menemukan bahwa 76 persen orang tua sering mengalami masalah tidur.
 
Kurang tidur dengan berbagai sebab seperti kelahiran bayi, insomnia, atau masalah lain dapat mengganggu kesehatan. Ada dua jenis tidur yakni rapid eye movement (REM), yang dikenal sebagai mimpi tidur, dan non-REM yang terdiri dari empat tahap. Saat mencapai tidur tahap tiga dan empat atau tidur lelap, tubuh memulihkan diri sendiri.
 
Umumnya empat tahap tidur terjadi dalam waktu sekitar 90 menit sebelum tubuh beralih ke REM atau mimpi tidur. "Siklus empat tahap dan periode tidur REM terjadi sekitar empat sampai enam kali semalam," kata penulis The Woman's Book of Sleep Amy Wolfson.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jika kurang tidur, Anda tidak hanya kurang tidur nyenyak, tapi juga kurang mendapat mimpi tidur ucap direktur pendidikan dan pelatihan di Sleep-Wake Disorders Center di New York-Presbyterian Hospital Lauren Broch.
 
Mimpi berperan meningkatkan kemampuan berpikir jernih. Kurang tidur dapat menyebabkan penyimpangan memori dan membuat tugas-tugas yang membutuhkan fungsi kognitif lebih tinggi lebih sulit dilakukan. Seperti yang dirasakan para ibu yang memiliki bayi baru lahir.
 
Pola Tidur Bayi Baru Lahir
 
Pola tidur bayi tidak seperti orang dewasa. Bayi baru lahir memiliki persentase REM lebih tinggi. Pada usia 3 bulan, bayi menghabiskan 50- 80 persen waktu tidur di REM, dibandingkan dengan 20 persen pada orang dewasa. Siklus tidur bayi  sekitar 50 menit sementara pada orang dewasa 90 menit.
 
Berarti, bayi baru lahir lebih mudah terbangun, tidur untuk waktu yang lebih singkat. Ibu yang terbangun beberapa kali sepanjang malam tentu melelahkan. Sebab setiap kali bangun dan tidur, Anda mengulang siklus tidur yang menimbulkan kelelahan.  
 
Tips Tidur bagi Ibu
 
Ada beberapa cara agar Anda tetap dapat tidur berkualitas, seperti dimuat dalam Parents:
 
Menebus tidur yang hilang
 
Selama periode singkat kurang tidur, Anda dapat mengkompensasi tidur yang terlewat. Luangkan 2-3 jam untuk tidur lebih lama di akhir pekan dapat bermanfaat mengurangi kelelahan.
 
Tidur siang
 
Saat bayi tidur, ikutlah tidur bersamanya. Tidur siang selama 20-30 menit akan menyegarkan Anda tanpa menyebabkan inersia dan tidak nyaman saat bangun.
 
Bergantian saat bayi menyusui
 
Menyusui bayi sepanjang malam dapat menyebabkan kelelahan dan kurang tidur serius. Jadi bergantian dengan pasangan untuk menyusui bayi sementara yang lain tidur. Dengan begitu, setidaknya satu orang mendapatkan tidur nyenyak, daripada Anda dan suami sama-sama kelelahan. Ibu yang menyusui dapat memompa ASI, sehingga ayah dapat memberi ASI setidaknya satu kali setiap malam.
 
Hentikan mengawasi bayi
 
Bayi baru lahir mengalami tidur aktif, dan dia bisa mengerang atau merintih dalam tidur. Ajari bayi untuk tidur sepanjang malam. Menjelang 6 bulan, sebagian besar bayi mampu tidur tujuh hingga delapan jam berturut-turut.
 
Untuk mendorong bayi dapat tidur setelah terbangun tengah malam, letakkan bayi di tempat tidurnya saat masih terjaga. Menenangkan bayi dengan cara ini akan mengajarinya untuk tidak bergantung pada gendongan Anda.
 
Penyebab lain kurang tidur usai melahirkan
 
Hormon dapat menyebabkan kesulitan tidur. Setelah ovulasi, kadar progesteron mulai tinggi dan kemudian menurun. Semakin cepat levelnya turun, semakin besar kemungkinan ibu baru memiliki masalah tidur. Cara mengatasinya:
 
Atur waktu tidur. Agar terhindar dari insomnia, jangan makan makanan berat tepat sebelum tidur, pekerjaan yang membuat stres di malam hari, jangan olahraga 2-3 jam sebelum tidur, hindari kafein enam jam sebelum waktu tidur. Minum segelas susu hangat dapat membantu tidur lebih nyenyak.
 
Ciptakan suasana tenang, nyaman untuk tidur. Jauhkan ponsel beralarm dari tempat tidur. Biarkan kamar gelap agar Anda mudah tertidur.
 
Lakukan ritual tidur yang sama setiap malam seperti membaca buku atau mandi. Ini memberi sinyal kepada tubuh Anda bahwa sudah waktunya untuk tidur.
 
Mencari bantuan profesional. Kesulitan tidur yang tidak dapat diatasi dapat Anda konsultasikan pada dokter. Gangguan tidur seperti insomnia dapat menjadi gejala beberapa penyakit fisik atau emosional.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif