Padahal, dengan strategi yang tepat, THR bisa menjadi momentum memperkuat kondisi keuangan, bukan sekadar menambah daftar belanja musiman.
Edukator keuangan Aliyah Nastasya membagikan cara menyiasati uang THR agar lebih optimal dan tidak habis tanpa arah.
“Untuk alokasi THR menurut saya ada porsi-porsi yang juga kita bisa bagi porsinya, alokasinya itu harus ideal,” kata Aliyah dilansir Antara, Rabu, 25 Februari 2026.
Awali dengan niat dan skala prioritas
Menurut Aliyah, kunci utama pengelolaan THR adalah niat untuk menabung serta membaginya sesuai prioritas kebutuhan. Tanpa komitmen sejak awal, uang sebesar satu bulan gaji itu berisiko habis untuk pengeluaran impulsif.“Ini (THR) sebenarnya besar karena seukuran satu bulan gaji, cuma kita kadang setelah terima, setiap lebaran habis saja, kenapa? Karena kita tidak ada niat untuk mengalokasikannya untuk hal yang penting,” kata dia.
| Baca juga: THR ASN 2026 Segera Cair, Ini Jadwal dan Rincian Nominal per Golongan |
Dengan niat yang kuat, seseorang akan lebih mudah menyusun kebutuhan secara terstruktur.
Termasuk menentukan standar hidup yang realistis sebelum pulang kampung dan berkumpul bersama keluarga.
Contoh pembagian persentase THR
Aliyah menyarankan agar THR dibagi dalam beberapa pos sesuai kebutuhan. Pembagian ini bisa disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu, namun secara umum dapat dibagi sebagai berikut:- 20 persen untuk zakat fitrah, infaq, dan melunasi utang konsumtif
- 20 persen untuk kebutuhan Lebaran seperti hidangan, pakaian, dan hampers
- 30 persen untuk kebutuhan mudik dan transportasi
- 30 persen untuk disimpan sebagai investasi jangka panjang
Selain itu, setiap pos perlu dirinci kembali ke dalam kebutuhan jangka pendek, menengah, dan panjang. Tujuannya agar dana yang telah disusun tidak keluar dari rencana awal.
Investasi dan waktu jadi kunci
Aliyah menekankan bahwa dalam investasi jangka panjang, waktu memegang peranan penting. Perencanaan yang matang sejak awal akan membantu mengamankan kebutuhan prioritas dan tujuan finansial di masa depan.Perencanaan keuangan juga memudahkan masyarakat memetakan target yang ingin dicapai, lengkap dengan tenggat waktunya.
“Semuanya itu enggak bisa didapatkan dalam satu waktu. Ada musimnya masing-masing,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News