FAMILY

6 Tips Tidur Nyaman Meski Sekamar dengan Orang yang Suka Ngorok

Fatha Annisa
Minggu 18 Januari 2026 / 17:46
Jakarta: Tidur bersama orang yang suka ngorok menjadi tantangan tersendiri. Suara dengkuran yang muncul hampir setiap malam kerap mengganggu kualitas tidur, memicu kelelahan, bahkan berdampak pada emosi dan hubungan.
 
Tak sedikit orang yang terbangun berkali-kali atau kesulitan tidur nyenyak karena dengkuran pasangan atau anggota keluarga. Padahal, tidur yang cukup dan berkualitas sangat penting bagi kesehatan fisik dan mental.
 
Kabar baiknya, ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk tetap tidur nyaman meski harus berbagi ruang dengan orang yang suka mendengkur. Berikut tipsnya:
 

1. Atur Posisi Tidur untuk Mengurangi Ngorok

Dengkuran sering terjadi atau semakin parah saat seseorang tidur telentang. Posisi ini membuat lidah dan jaringan lunak di tenggorokan mudah menghalangi saluran napas.
 
Oleh karenanya, tidur miring dapat membantu membuka jalur napas dan mengurangi suara dengkuran. Selain itu, menggunakan bantal tambahan di punggung atau bantal khusus juga bisa membantu menjaga posisi tidur tetap miring sepanjang malam.

 
Baca juga: Kaitan Mendengkur dan Kesejahteraan Hidup Anak-anak

 

2. Manfaatkan Peredam Suara

Jika dengkuran sulit dihindari, langkah berikutnya adalah mengurangi dampaknya pada pendengaran. Penyumbat telinga (earplug) yang dirancang khusus untuk tidur dapat menjadi solusi praktis.
 
Kamu juga bisa menyamarkan suara dengkuran dengan white noise seperti suara hujan, ombak, atau kipas angin sehingga tidak terlalu mengganggu. Kualitas tidur pun akan membaik.
 

3. Jaga Kondisi Udara Kamar

Udara yang terlalu kering dapat memperparah iritasi pada saluran pernapasan dan meningkatkan dengkuran. Menggunakan humidifier di kamar tidur dapat membantu menjaga kelembapan udara. Suhu ruangan juga sebaiknya tidak terlalu dingin agar saluran napas tetap nyaman.
 

4. Perhatikan Gaya Hidup

Beberapa kebiasaan dapat memperburuk kebiasaan mendengkur, seperti konsumsi alkohol sebelum tidur, merokok, dan kurang istirahat. Alkohol, misalnya, dapat membuat otot tenggorokan lebih rileks sehingga dengkuran semakin keras.

 
Baca juga: Bernapas Lewat Mulut Bukan Hal Sepele, Ini Risiko Jangka Panjangnya

 
Untuk itu, ingatkan pasangan atau anggota keluarga untuk menghindari pemicunya sehingga intensitas mendengkur dapat berkurang.
 

5. Tidur Lebih Dulu Bisa Jadi Solusi

Tidur lebih awal dibandingkan pasangan yang suka mendengkur dapat menjadi jalan keluar. Saat tubuh sudah memasuki fase tidur lelap, suara dengkuran biasanya terasa tidak terlalu mengganggu dibandingkan ketika masih setengah sadar.
 

6. Waspadai Masalah Kesehatan

Jika mendengkur terdengar sangat keras, disertai napas tersendat, atau membuat pasangan sering terbangun, kondisi ini bisa menjadi tanda sleep apnea. Gangguan tidur ini memerlukan pemeriksaan medis karena dapat berdampak serius pada kesehatan jangka panjang.
 
Tidur dengan orang yang suka mendengkur memang membutuhkan kompromi dan penyesuaian. Namun dengan langkah yang tepat, kualitas tidur tetap bisa terjaga. Pada akhirnya, tidur nyenyak bukan hanya soal kenyamanan pribadi, tetapi juga bagian penting dari menjaga kesehatan dan keharmonisan hubungan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(PRI)

MOST SEARCH